Sepakat! Kecamatan Pulau Burung Tuntaskan Tapal Batas Desa, Jadi Percontohan di Inhil
kabarmelayu.com,INHIL Upaya penataan administrasi pemerintahan desa di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, patut diapresi
Pemerintahan
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau bersama Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) menyebutkan, penghentian pengusutan kasus kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Provinsi Riau kini mulai berdampak.
Pasalnya, sejumlah titik apai dan kebakaran kebali terjadi di lahan perusahaan-perusahaan yang kasusnya dihentikan polisi melalui penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).
Direktur Eksekutif Walhi Riau, Riko Kurniawan mengatakan, SP3 yang dikeluarkan Polda Riau tersebut merupakan preseden buruk. Khususnya, SP3 yang berkaitan dengan perusahaan-perusahaan yang tellah berulang kali disangkakan melakukan pembakaran lahannya.
Baca Juga:
"Hampir setiap tahun ini terjadi, itu dilepaskan oleh kepolisian. Nah, di tahun ini juga, kita catat ada beberapa titik panas (hotspot) di kawasan yang kasunya di-SP3-kan itu," ucap Riko, Minggu (21/08/16).
Adapun 15 perusahaan yang penyidikannya dihentikan karena lahannya terbakar pada 2015 yakni, PT Ruas Utama Jaya, PT Bukit Jaya Pelalawan, PT Hutani Sola Lestari, PT Perawang Sukses Perkasa Industri, PT Suntara Gajah Pati, PT Sumatera Riang Lestari, PT Bina Duta Laksana, PT Dexter Perkasa Industri, PT Rimba Lazuardi dan PT Pan United, PT Siak Raya Timber, PT Parawira, PT Riau Jaya Utama, PT Alam Lestari dan KUD Bina Jaya Langgam.
Baca Juga:
Terkait hal itu, Polda Riau berkilah jika kebakaran pada 2015 terjadi di lahan yang berstatus sengketa, sehingga sulit menemukan saksi ahli dan rata-rata perusahaan telah memiliki sistem keamanan penanggulangan kebakaran. Sehingga, tak bisa ditentukan siapa pelaku pembakaran itu.
Dari data temuan hotspot pada Agustus, aktivis dari Jikalahari pun merilis data yang dirangkum terkait hotspot yang ditemukan di lahan 8 perusahaan yang ikut di SP3-kan Polda Riau.
Dari pantauan Satelit Terra-Aqua Modis terdeteksi ada 286 hotspot yang muncul di Riau pada 1 hingga 7 Agustus. Jumlah ini meningkat drastis dari minggu sebelumnya. Dimana pada 25 hingga 31 Juli, hanya sebanyak 286 hotspot.
"173 hotspot berada di areal IUPHHK, HGU serta Konservasi. Dan, 50 persen dari 286 hotspot berada di lahan gambut serta di area moratorium," ungkap Aktivis Jikalahari, Made Ali, Senin malam.
Sebanyak 136 titik terpantau di areal 18 perusahaan yang mengantongi Izin IUPHHK, yakni ; PT Sari Hijau Mutiara, PT Artelindo Wiratama, PT Sumber Maswana Lestasri, PT Citra Sumber Sejahtera, PT Siak Raya Timber, PT Hutani Sola Lestari, PT Bhara Induk, PT Bina Daya Bintara, PT Rokan Permai Timber dan PT Dexter Timber Perkasa Indonesia, masing-masing 1 titik.
Kemudian, PT Rimba Rokan Perkasa, PT Bina Daya Bentala, PT Satria Perkasa Agung, PT Hutani Sola Lestari dan PT Rokan Permai Timber, masing-masing 2 titik. Selanjutnya, 3 titik di PT Suntara Gaja Pati, 4 titik di PT RAPP, 6 titik di PT Kuartet Putra Melayu, 8 titik di PT Multi Eka Jaya Timber dan terbanyak di PT Diamond Raya Timber sebanyak 36 titik.
Selanjutnya, 5 titik terdeteksi di areal HGU perusahaan perkebunan, antara lain ; PT Udayana Lohjinawi, PT Guntung Hasrat Makmur dan PT Marita Makmur Jaya, masing-masing 1 titik dan 2 titik di PT Eluan Mahkota (Grup PT Duta Palma).
Sedangkan 32 titik lainnya terpantau di area Konservasi, yakni ; di Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling, Hutan Lindung (HL) Sungai Mahato dan SM Tasik Tanjung Padang, masing-masing 1 titik. Di Taman Nasional (TN) Bukit Tiga Puluh, SM Giam Siak Kecil dan PLG Sebanga, masing-masing 2 titik. Di HL Bukit Batabuh Lubuk Jambi dan HL Sungai Rokan, masing-masing 3 titik. 5 titik di HL Bukit Suligi dan terbanyak di TN Tesso Nilo sebanyak 21 titik.
Ternyata tak sampai disitu, pada minggu kedua tanggal 8 hingga 15 Agustus, jumlah hotspot makin banyak yanki sebanyak 346 titik. Dari jumlah itu, 107 titik berada di areal 20 perusahaan yang mengantongi izin IUPHHK, 19 titik di areal HGU perusahaan perkebunan dan 10 titik di areal konservasi.
Adapun 107 titik yang terpantau di areal 20 perusahaan yang mengantongi Izin IUPHHK, yakni ; di PT Balai Kayang Mandiri, PT Bina Duta Laksana, PT Mitra Kembang Selaras, PT Riau Abadi Lestari, PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa, PT National Timber & Forest Product (HTI Sagu), PT Perawang Sukses Perkasa Industri, PT SPA (KTH Merawang) dan PT Sekato Pratama Makmur, masing-masing 1 titik.
Kemudian, di PT Eka Wana Lestari Dharma, PT Ruas Utama Jaya dan PT Uni Seraya, masing-masing 2 titik. 3 titik di PT Seraya Sumber Lestari. Di PT Kuartet Putra Melayu dan PT SPA, masing-masing 4 titik. Di PT Multi Eka Jaya Timber dan PT SPA (Serapung), masing-masing 5 titik. 7 titik di PT Rokan Permai Timber. Di PT RAPP dan PT RRL, masing-masing 8 titik.
Ada lagi 10 titik di PT Arara Abadi, 11 titik di PT Bina Daya Bentala, 13 titik di PT Sumatera Riang Lestari dan 14 titik di PT Peputra Siak Makmur.
Sementara, 19 titik terpantau di areal HGU perusahaan perkebunan, yaitu di PT Sendora Seraya, PT Tesso Indah dan PT Uni Seraya, masing-masing 1 titik. Di PT Eluan Mahkota dan PT Jaya Perkasa, masing-masing 2 titik. 4 titik di PT Ria Estela dan 8 titik di PT Sarpindo Graha Sawit Tani.
Sedangkan 10 titik lagi terpantau di area konservasi yakni di HL Sungai Rokan, HL Bukit Suligi dan SM Tasik Tanjung Padang, masing-masing 1 titik dan 7 titik di TN Tesso Nilo.
Dari data tersebut diketahui, total 623 titik api tersebar di Riau selama 2 pekan. Sebanyak 267 titik berada di areal sekitar 45 perusahaan HTI dan Perkebunan. 8 diantaranya, beber Made Ali, merupakan perusahaan yang di SP3 kan Polda Riau.
Kedelapan perusahaan itu yakni PT Dexter Perkasa Industri Indonesia sebanyak 1 titik, PT Siak Raya Timber 1 titik, PT Bina Duta Laksana 1 titik, PT Perawang Sukses Perkasa Industri 1 titik, PT Ruas Utama Jaya 2 titik, PT Huta Sola Lestari 3 titik, PT Suntara Gajah Pati 3 titik dan terbanyak PT Sumatera Riang Lestari dengan total 13 titik.
Dalam karlahut yang terjadi sejak Januari hingga Agustus 2016 ini, Polda Riau menangani sebanyak 67 laporan baik dan telah menetapkan 85 orang tersangka perorangan. Dan, belum ada satupun tersangka dari pihak perusahaan atau kooporasi.
"Ya benar. Kita menetapkan 85 tersangka perorangan. Belum ada dari koorporasi," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Senin (22/08/16) siang.
Diungkapkannya, jumlah yang ditetapkan dari masing-masing Polres itu, bertambah 6 orang dari sebelumnya sebanyak 79 tersangka.
Seperti diketahui, akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan dalam 2 pekan terakhir, Kapolda Riau Brigjen Pol Supriyanto pun terjun langsung bahkan bermalam di daerah lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman. Jutaan liter bom air dari Heli Satgas Udara TNI AU telah ditumpahkan untuk membantu puluhan pasukan Brimob dan TNI di lokasi terjadinya kebakaran.
kabarmelayu.com,INHIL Upaya penataan administrasi pemerintahan desa di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, patut diapresi
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho, resmi melaunching logo Hari Ulang Tahun (HUT) Pekanbaru Ke242, Kamis
Pemerintahan
kabarmelayu.com,JAKSEL Sidang perdana perkara praperadilan Nomor 67/Pra.Pid/2026/PN Jkt.Sel yang diajukan oleh Wiwik Setiawati terhadap
Hukrim
kabarmelayu.com,BANYUASIN Nestapa mendalam sedang menggelayuti 320 Kepala Keluarga (KK) peserta Program Transmigrasi di UPT/SP 2 Desa Air
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Informasi yang menyebut seorang pelaku prank pocong diamankan polisi di Kecamatan Kulim Pekanbaru, dipastikan ta
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jemaah haji asal Desa Pulau Payung Kabupaten Kampar yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 10, Muham
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menggelar Operasi Patuh Tahun 2026 secara serentak di seluruh Indonesia
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj. Katerina Susanti, SKM, M. Kes, menghadiri kegiatan advokasi ke
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota DPRD Riau, Samsuri Daris ST MT, menegaskan bahwa pelantikan ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah P
Parlemen
kabarmelayu.com,DINAMIKA di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) mencapai titik kulminasi baru menyusul keputusan pemerintah untuk mencopot Dadan
Sosial