Polres Bengkalis Petakan Zona Merah Narkoba, Kecamatan Mandau dan Pinggir Paling Rawan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabupaten Bengkalis berjuang ekstra keras melawan gurita peredaran narkotika. Peta kerawanan terbaru yang dirili
Hukrim
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Sebagai upaya menyelamatkan harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) di areal perkebunan sawit, Kabupaten Indragiri Hilir, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mendatangkan pawang harimau dari Provinsi Aceh.
"Segala upaya kita lakukan untuk penyelamatan manusia dan satwa itu sendiri," kata Humas BBKSDA Riau, Dian Indriati, di Pekanbaru, Selasa (13/2/2018).
Dian menjelaskan, pawang harimau bernama Sarwani itu telah berada di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Di lokasi itu, dua harimau sumatera betina yang diperkirakan berusia empat-lima tahun masih berkeliaran.
Baca Juga:
BBKSDA Riau menamai kedua harimau yang diduga berasal dari Suaka Margasatwa Kerumutan itu dengan Boni dan Bonita.
Hingga hari ini, Indriati mengatakan, telah memasuki hari ke-42 harimau itu berada di areal perkebunan sawit milik PT Tabung Haji Indo Plantantion.
Baca Juga:
Di lokasi itu pula, seorang karyawan perusahaan bernama Jumiati meninggal dengan kondisi mengenaskan awal Januari 2018 lalu. Wanita 33 tahun itu meninggal diterkam salah satu harimau, yang diduga dilakukan Bonita, saat Jumiati bekerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State.
Dian menjelaskan, sejauh ini tim penyelamat harimau telah melakukan beragam upaya guna menangkap kedua kucing besar itu. Termasuk di antaranya memasang enam unit perangkap berisi kambing jantan dan babi hutan.
Selain itu, tim yang terdiri dari BBKSDA Riau, Polres Inraguri Hilir serta lembaga pegiat satwa dilindungi turut melacak raja rimba itu dengan memasang delapan kamera pengintai.
"Dari segi teknik sudah kami lakukan. Intinya kami berpedoman ada peraturan dalam mengatasi konflik satwa dan manusia. Dan kami datangkan Pak Sarwani. Informasinya beliau biasa pawang harimau," jelasnya.
Melengkapi Dian, Ketua tim penyelamat harimau, Mulyo Hutomo, mengatakan, harimau sumatera itu diduga kuat mengalami perubahan perilaku.
"Dari apa yang kami temukan, harimau ini mengalami in-habituasi. Perilakunya berubah, dari awalnya menghindari manusia, sekarang justru mendekati manusia," ujarnya.
Perubahan perilaku itu ditunjukkan saat harimau terus terlihat di sekitar perkebunan. Bahkan, satwa dilindungi itu terlihat tidak "sungkan" saat berhadapan dengan sekelompok orang. (ant)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabupaten Bengkalis berjuang ekstra keras melawan gurita peredaran narkotika. Peta kerawanan terbaru yang dirili
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kecelakaan hebat kembali terjadi di lintasan Tol PekanbaruDumai (Permai), Selasa (7/7/2026) pagi. Dua penumpang
Peristiwa
Personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda Riau bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama
Peristiwa
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, SE., MT, yang diwakili oleh Drs. H. Tantawi Jauhari MM, CGRE menghadir
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perombakan komposisi pemain maupun jajaran pelatih menjadi strategi yang dilakukan agar tim mampu tampil lebih
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru menerima laporan terjadinya kecelakaan kapal berupa tenggel
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyempatkan diri menjenguk Supriadi, Sekretaris PKC PMII Riau yang menjadi ko
Hukrim
kabarmelayu.com,SIAK Memasuki hari kedua kegiatan panen jagung, Polsek Kandis, Polres Siak kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung
TNI/Polri
kabarmelayu.com,ROHIL Pembangunan jembatan gantung Garuda di Bapypas Bangko Pusaka Kecamatan Bangko Pusako menuju Menggala Sakti Kecamat
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau resmi mendapatkan izin pembukaan Program Studi Doktor Hukum S3 dari Kem
Pendidikan