Selasa, 07 Juli 2026 WIB

Tolak Permen LHK, Ratusan Pecinta Burung Kicau Berunjuk Rasa

Harijal - Rabu, 15 Agustus 2018 03:38 WIB
Tolak Permen LHK, Ratusan Pecinta Burung Kicau Berunjuk Rasa
Foto: iNews
Ratusan Pecinta Burung Kicau berunjuk rasa di Kementerian LHK, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

JAKARTA - Ratusan pecinta burung kicau menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Selasa (14/8/2018). Mereka demo untuk menolak Peraturan Menteri (Permen) LHK Nomor 20/2018 tentang Satwa Dilindungi.

Pecinta burung kicau yang tergabung dalam Komunitas Kicau Mania menganggap Permen Nomor 20 tersebut mengancam nasib ribuan penangkar burung kicau di Indonesia.

Dalam Permen itu tercantum tiga jenis burung yang kini menjadi satwa dilindungi dan dilarang untuk ditangkar, dipelihara, dan diperjualbelikan. Ketiga jenis burung yakni burung murai batu, jalak suren, dan manis kembang. Ketiga burung tersebut saat ini menjadi peliharaan yang menarik di kalangan Kicau Mania.    

Baca Juga:

“Kami meminta pencabutan permen tentang perburungan. Ini kan bisa mematikan mata pencaharian penangkar, pecinta burung, dan lain sebagainya. Di Jakarta dan sekitarnya saja ada lebih dari 20.000 pecinta burung, di Indonesia bisa ribuan, bagaimana ini,” kata Ketua Komunitas Kicau Mania, Boy.

Ratusan pecinta burung tersebut mengancam akan kembali menggelar aksi demo dengan massa lebih banyak apabila Permen Nomor 20 itu tidak dicabut. Mereka memberi batas waktu hingga satu bulan ke depan.

Baca Juga:


(okezone.com)

SHARE:
beritaTerkait
Diskusi Para Pakar: Integrasi Sains, Politik, dan Etika dalam Pembangunan Kawasan dan Tata Kelola Batas-Batas Ekologis di Indonesia
Polres Bengkalis Petakan Zona Merah Narkoba, Kecamatan Mandau dan Pinggir Paling Rawan
Bus Hantam Ekor Truk di Tol Permai, 2 Tewas,Belasan Terluka
Personel PJR Polda Riau Evakuasi Korban Laka di Tol Permai
Bupati Inhil Sampaikan Tanggapan atas Pandangan Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
PSPS Pekanbaru Lakukan Perombakan Besar Jelang Musim 2026-2027
komentar
beritaTerbaru