Rabu, 16 September 2026 WIB

Kisah Singkat di Balik Doa Nabi untuk Para Peminum Kopi

Harijal - Senin, 04 Mei 2020 23:35 WIB
Kisah Singkat di Balik Doa Nabi untuk Para Peminum Kopi
(Foto: IT-STUDIO/Pixabay)
Ilustrasi: Kopi rupanya memiliki cerita dengan kesejarahan dunia Islam. Bahkan dikisahkan, terdapat doa khusus bagi para peminum kopi.

JAKARTA - Kopi, menjadi salah satu minuman yang belakangan hits di pelbagai kalangan. Gerai kopi kini menjamur di setiap daerah. Masing-masing kedai pun berlomba menawarkan racikan andalan.

Tapi tahukah Anda, rupanya si biji hitam ini punya cerita kesejarahan dengan dunia Islam. Khususnya dengan kaum sufi.

Dikutip dari Alif.id, para ulama Islam memiliki cara pandang berbeda dari sisi hukum meminum kopi. Sebagian ulama membolehkan, tapi tak sedikit pula yang mengharamkannya.

Baca Juga:

Sementara dalam konteks tasawuf, kopi memiliki nilai tersendiri. Diceritakan oleh Sayyid Nahlawi Ibnu Sayyid Khalil, ada kisah khusus khusus ihwal kopi dan seorang sufi dari tanah Maghribi. Ia beroleh cerita dari gurunya, Syaikh Salim Samarah.

Suatu waktu, sang sufi itu menanyakan langsung soal kopi kepada Nabi Muhammad. Perjumpaan itu dilakukan dalam kondisi sadar, dalam literatur tasawuf, para sufi disebut bukan saja bisa berjumpa Nabi dalam keadaan terjaga melainkan juga dalam keadaan tidur atau melalui mimpi.

Baca Juga:

"Wahai Rasulullah SAW, saya suka meminum kopi," kata Sufi tersebut. Tanpa banyak kata, Nabi Muhammad SAW langsung memerintahkan sang sufi untuk membaca doa "khusus" saat hendak menyeruput kopi.

للهم اجعلها نورا لبصري وعافية لبدني وشفاء لقلبي ودواء لكل داء يا قوي يا متين ثم يتلو البسملة.

Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah kopi yang saya teguk sebagai cahaya bagi penglihatanku, kesehatan bagi badanku, penawar hatiku, obat bagi segala penyakit, duhai zat yang Maha Kuat dan Maha Teguh ... kemudian membaca bismillahirrahmanirahim."

Kemudian Nabi Muhammad SAW lanjut bersabda, "Malaikat akan terus memintakan ampunan untukmu selama rasa kopi masih menempel di mulutmu".

Pada akhir kisah ini, Sayyid Nahlawi menyebutkan bahwa gurunya wafat pada tahun 1330 H dan dimakamkan di Turbah Bab ash-Shagir.


Artikel ini merupakan bentuk kerja sama CNNIndonesia.com dengan Alif.id yang sebelumnya ditulis Muhammad Idris.

SHARE:
beritaTerkait
Hotspot Riau Bertambah Terus, Sumatera Tembus 5.983 Titik
Jadi Narasumber Podcast PWI, Kepala Bakom RI Bahas Urgensi Perlindungan Media dan Regulasi Sosmed
Pecat dan Miskinkan Koruptor!
Syahrul Aidi Fasilitasi Kerjasama Pemprov Riau dengan Jepang: Pendidikan, Tenaga Kerja Hingga Investasi
Udara Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat, Siswa Kembali PJJ
Kualitas Udara Siak Sangat Tidak Sehat
komentar
beritaTerbaru
Pecat dan Miskinkan Koruptor!

Pecat dan Miskinkan Koruptor!

Oleh Wilson LalengkeDUGAAN skandal korupsi hebat kembali mengguncang institusi legislatif dan panggung politik nasional. Anggota DPR RI Fra

Opini