Selasa, 28 Juli 2026 WIB

Alquran dan Sains Jelaskan Fenomena Empat Musim di Bumi

Harijal - Sabtu, 17 Desember 2016 16:30 WIB
Alquran dan Sains Jelaskan Fenomena Empat Musim di Bumi
Foto: Livescienc

JAKARTA - Di beberapa negara atau wilayah tertentu, terdapat empat musim yang silih berganti. Dengan peralihan musim ini, memberikan keseimbangan bagi alam dan kelangsungan kehidupan manusia.

Apabila makhluk hidup hanya merasakan satu musim saja, maka akan menimbulkan pengaruh buruk. Dengan memperhatikan keadaan matahari saat terbit maupun tenggelam, sehingga terjadi perputaran waktu serta musim.

Diambil dari berbagai sumber, seorang ulama yang membahas fungsi dari pergantian empat musim ialah Ibnu Qoyyim Al Jauziah.

Baca Juga:

Saat musim dingin, hawa panas tersimpan dalam gua-gua, perut bumi dan gunung, sedangkan di luar dalam keadaan dingin. Tubuh hewan-hewan menjadi kuat, begitu juga alam, dan panas yang menerpa tubuh selama musim panas diganti dengan hawa dingin.

Pada musim semi, tanaman mulai merekah. Pepohonan mulai muncul dengan bunga, sedangkan hewan mulai berkembangbiak.

Baca Juga:

Sementara pada musim panas, udara memuai, tanaman serta buah menjadi sulit tumbuh. Musim panas bisa menjadi menakutkan apabila berlangsung dalam waktu yang begitu lama.

"Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Firaun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran," bunyi Surah Al-A’raf Ayat 130.

Berikutnya saat musim gugur tiba, udara mulai berubah menjadi dingin. Suhu panas berangsur lenyap. Allah menciptakan musim ini dengan hikmah-Nya untuk fase transisi antara musim panas dan dingin. Dengan demikian, binatang tidak mati yang disebabkan perubahan cuaca secara tiba-tiba.

Saat musim gugur tiba, manusia bisa melihat daun tanaman mulai berwarna kuning dan berguguran untuk menyambut musim berikutnya, yakni musim dingin atau salju.

“Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di Bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikannya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal,” bunyi Surah Az-Zumar Ayat 21.

 

(ahl/okezone)

SHARE:
beritaTerkait
Harga Kelapa di Inhil Anjlok Hingga Rp1.800 Per Kilogram, Pemprov Diminta Ambil Langkah
7 Kilogram Sabu Dikubur di Tanah dan Kebun Sawit, Ditresnarkoba Polda Riau Ringkus 3 Tersangka
Kapolsek Kandis Turun Bersama Petani, Rawat Tanaman untuk Menjaga Ketahanan Pangan
Populasi Lalat Meningkat, Peternak di Kulim Janji Perbaiki Pengelolaan Kandang
KPU Gandeng PWI Pekanbaru, Teken MoU Perkuat Sinergi Informasi dan Tugas Kelembagaan
Viral Kasus Pelecehan Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerjasama Debt Colector
komentar
beritaTerbaru