Selasa, 28 Juli 2026 WIB

Takjub Melihat Masjid Jama, Pusat Penyebaran Agama Islam di India

Harijal - Minggu, 02 Juli 2017 18:15 WIB
Takjub Melihat Masjid Jama, Pusat Penyebaran Agama Islam di India
Takjub Melihat Masjid Jama, Pusat Penyebaran Agama Islam di India.

JUMMAH adalah asal kata dari Masjid Jama yang berarti doa umat Islam pada Jumat. Di masjid yang dibangun dari batu pasir merah dan marmer putih itu, umat Islam di India kerap melaksanakan ibadah salat dan bersilahturahmi dengan sesama muslim. 

Saat Idul Fitri beberapa hari lalu, Masjid yang menjulang di New Delhi ini jadi pusat bertemunya umat Islam, masjid dipadati dipagi yang spesial itu. Masjid Jama adalah masjid terbesar di India, yang diresmikan oleh Sayed Abdul Ghafoor Shah Bukharil, seorang mullah dari Bukhara yang kini dikenal dengan Uzbekistan, setelah melewati proses pembangunan selama 6 tahun.

Masjid Jama tampak sangat besar dan luas, karena dapat menampung jamaah hingga 25ribu orang. Mulai dibangun pada 1644 hingga 1656, Masjid Jama berusia cukup tua untuk masih terus berdiri hingga kini. 

Baca Juga:

Anda yang berminat untuk mengunjungi Masjid Jama bisa datang pada pukul 7 pagi hingga 12 siang, 1.30 siang hingga 6.30 malam, setiap hari dibuka. Jika hanya berkunjung masjid ini tidak memungut biaya, tapi jika untuk kebutuhan dan kegiatan fotografi dikenai biaya 200-300 rupee, dan 100 rupee untuk naik ke menaranya yang sebelah selatan, dikutip dari Cultural India. 

Masjid Jama terlihat begitu megah, gagah dan sangat indah, sehingga ketika melihatnya Anda akan spontan mengucapkan masha Allah, karena masjid begitu besar dan agung.

Baca Juga:

 

(ren/okezone)

SHARE:
beritaTerkait
Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja
Sepakat Akhiri Polemik, Hotman Paris Minta Maaf Langsung ke Ketum PWI
Harga Kelapa di Inhil Anjlok Hingga Rp1.800 Per Kilogram, Pemprov Diminta Ambil Langkah
7 Kilogram Sabu Dikubur di Tanah dan Kebun Sawit, Ditresnarkoba Polda Riau Ringkus 3 Tersangka
Kapolsek Kandis Turun Bersama Petani, Rawat Tanaman untuk Menjaga Ketahanan Pangan
Populasi Lalat Meningkat, Peternak di Kulim Janji Perbaiki Pengelolaan Kandang
komentar
beritaTerbaru