Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas
Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas
Pemerintahan
Di tengah merajalelanya hoax dan bully, kisah Rasul ini dapat kita teladani. Puasa untuk tidak berkomentar asal-asalan diajarkan oleh Nabi kita.
Di tengah Gelombang kontroversi negeri ini, puasa Komentar ini penting. Begini ceritanya, kita pasti tahu dengan kasus difitnahnya Aisyah Istri Rasul dalam isu selingkuh dengan sahabat Shafwan Bin Mu’aththol Al Sulami. Fitnah ini disebarkan dedengkot kaum munafik, Abdullah Bin Ubay Bin Salul.
Uniknya, Rasulullah sebagai pemimpin besar tidak membuat komentar macam-macam dalam menyikapi masalah ini. Rasul justru membangun musyawarah dengan meminta pendapat para sahabatnya di antaranya Ali Bin Abi Thalib dan Usamah Bin Zaid.
Baca Juga:
Usamah Bin Zaid menjawab “Aisyah adalah istrimu dan kami tidak mengetahui kecuali yang baik-baik saja dari beliau”. Sementara Sayyidina Ali Bin Abi Thalib memberi usul menarik secara psikologi sosial. Ali menyarankan Rasul agar meneliti sejarah kondisi kejiwaan dan mental Aisyah dengan cara menanyai Bariroh, pelayan Rasul, bagaimana sebenarnya kepribadian Aisyah itu.
Ternyata Bariroh menjawab bahwa Aisyah tak memiliki kelainan Jiwa sama sekali termasuk indikasi perbuatan serong. Kesalahan Aisyah menurut Bariroh yang pernah diketahuinya hanyalah satu yaitu Aisyah tertidur ketika menunggu adonan gandum sehingga adonan gandum itu dimakan kambing.
Cara Rasul ini begitu bijak, Rasul tak mengomentari isu yang dilemparkan kaum munafik namun menerapkan cara istimewa yang spesial, sosial historis dan berdimensi stabilitas politik. Inilah puasa bicara ala Rasul, puasa komentar yang menarik.
Baca Juga:
Perlu diketahui bahwa dalam kasus ini, wahyu tak turun selama sebulan kepada Rasul. Rasul dan juga Sayyidina Abu Bakar tak langsung menyangkal berita bohong itu, padahal rasul dan Sayyidina Abu Bakar jelas mengerti betul watak Aisyah Ummul Mukminin dan Sahabat Sofwan yang ikut dalam perang Badar. Baik Aisyah maupun Shofwan merupakan dua tokoh yang terkenal kredibilitas kebaikan, kejujuran dan kesalehannya.
Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Langkah inovatif Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang yang memberdayakan para kader Tim Penggerak Pemberdayaan
Pemerintahan
Lantik 215 Kepala Sekolah, Bupati Kasmarni Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Pungli PPDB
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Hanya selang beberapa hari setelah kejadian yang menewaskan 5 korban, kecelakaan maut kembali terjadi di ruas To
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekanbaru menyatakan komitmen penuh dampingi Pe
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Riau 1, Hendry Munief MBA meminta para kepala daerah di Provinsi Riau dapat me
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Program Satu ASN Satu RW bertujuan memperkuat pendataan warga. Program ini bertujuan mendukung penyaluran bantua
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang warga Bandung yang dilaporkan tenggelam di Sungai Ka
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini 1 (PD 1) tsunami pagi ini untuk
Lingkungan
DUNIA keimigrasian Indonesia kembali didera sorotan tajam menyusul mencuatnya serangkaian dugaan kasus pemerasan sistemik yang menyasar warg
Opini