Udara Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat, Siswa Kembali PJJ
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di wilayah Pekanbaru masih terpantau berada di indikator merah atau sangat tidak sehat. Siswa tin
Pendidikan
JAKARTA - Hujan merupakan fenomena yang terjadi secara alami di Bumi. Bila diamati, hujan memiliki keunikan yang baru dapat terungkap setelah penelitian.
Penelitian yang dilakukan oleh manusia saat ini rupanya sesuai dengan Alquran yang mengungkap mulai dari proses terbentuknya hujan, peran angin dalam pembentukan hujan, hingga fakta seputar hujan lainnya.
Apa saja fakta unik seputar fenomena hujan? Berikut ini beberapa yang berhasil Okezone rangkum dari berbagai buku bertema Alquran dan Sains.
Baca Juga:
Proses Terbentuknya Hujan
Hujan berasal dari proses penguapan yang terjadi di Bumi. Penguapan terjadi karena matahari yang memanaskan air di Bumi. Kemudian, uap air itu berkumpul di udara dan mengalami pemadatan (kondensasi).
Baca Juga:
Buku ‘Amazing!!! Cerita-Cerita Sains Terbaik dari Alquran’ menjelaskan bahwa hasil dari kondensasi ini disebut awan. Embusan angin akan menggerakkan awan. Akibatnya, awan saling tindih dan terus naik ke atas menuju suhu yang lebih dingin.
Tumpukan awan di langit yang semakin banyak dan ditambah dengan embusan angin yang semakin kencang, membuat awan menjadi berat. Kemudian, awan tak mampu menopang air atau es yang terkandung di dalamnya.
Fakta sains ini telah terungkap melalui Alquran yang diturunkan sejak sekira 14 abad lalu dalam salah satu ayat. "Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan," Surah An Nur Ayat 43.
Angin Berperan dalam Pembentukan Hujan
Hingga abad ke-20, hubungan yang diketahui antara angin dan hujan ialah angin yang menggerakkan awan. Peran mengawinkan dari angin dalam pembentukan hujan kini telah ditunjukkan oleh penemuan ilmu meteorologi modern.
Gelembung udara yang sangat banyak jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih di atas permukaan laut dan samudera. Ribuan partikel kecil kemudian terlempar ke udara ketika gelembung-gelembung pecah.
Partikel kecil ini dikenal sebagai aerosol, yang kemudian bercampur dengan debu daratan yang terbawa angin dan terbawa ke lapisan atas atmosfer. Angin lalu membawa partikel ini lebih tinggi dan bertemu dengan uap air.
Uap air kemudian mengembun di sekitar partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran air berkumpul membentuk awan, kemudian jatuh ke Bumi dalam bentuk Hujan.
"Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira," bunyi Surah Ar Rum Ayat 48.
Hujan Memurnikan Air di Bumi
Buku ‘Tafsir Ilmi dengan tema Air dalam perspektif Alquran dan Sains’ menjelaskan, ketika menguap, molekul air terbang meninggalkan bahan-bahan terlarutnya. Walaupun di antara bahan terlarut tersebut terdapat gas (misalnya Co2, Nox, atau metan) atau zat yang juga dapat berubah fasa menjadi gas (misalnya khlor), penguapan akan memisahkan air dari pengotornya.
Oleh karena itu, air hujan pada dasarnya adalah air yang murni. Hal ini seperti diterangkan dalam salah satu ayat Alquran.
"Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih," bunyi Surah Al-Furqan Ayat 48.
Allah telah menciptakan air hujan dalam keadaan yang bersih untuk berbagai keperluan makhluk dan menyuburkan tanah yang tandus. Akan tetapi, ulah sebagian manusia yang mengakibatkan air yang tadinya murni dan bersih menjadi terkontaminasi.
Kadar Air Hujan
Diperkirakan dalam 1 detik, sekira 16 juta ton air menguap dari Bumi. Angka tersebut menghasilkan 513 triliun ton air per tahun. Angka itu ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke Bumi dalam satu tahun.
Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut ukuran atau kadar tertentu. Demikian seperti dijelakan dalam buku 'Alquran vs Sains Modern Menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dan kawan-kawan.
Per tahunnya, air hujan yang menguap dan turun kembali ke Bumi dalam bentuk hujan berjumlah tetap yakni 513 triliun ton. Jumlah yang tetap ini dinyatakan dalam Alquran dengan menggunakan istilah menurunkan air dari langit menurut kadar.
Tetapnya jumlah tersebut sangat penting bagi keberlangsungan keseimbangan ekologi dan kelangsungan kehidupan.
"Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)," isi Surah Az Zukhruf Ayat 11.
(okezone.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di wilayah Pekanbaru masih terpantau berada di indikator merah atau sangat tidak sehat. Siswa tin
Pendidikan
kabarmelayu.com,SIAK Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Siak masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Meski begitu, tidak serta merta
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau menggelar pengumuman dan penyerahan penghargaan Lomba Karya Tulis Jurn
TNI/Polri
Empat Bulan Terakhir, Polresta Pekanbaru Ringkus 128 Tersangka Narkoba
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Kantor Perta
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sejak Ahad lalu (13/9/2026), kualitas udara di Pekanbaru terpantau di level sangat tidak sehat. Puncaknya, pagi
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sejak Ahad lalu (13/9/2026), kualitas udara di Pekanbaru terpantau di level sangat tidak sehat. Puncaknya, pagi
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jajaran Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai melaksanakan kegiatan pengarahan secara daring yang di
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Langit Pekanbaru yang sempat verah dua hari belakangan setelah hujan, pada Senin (14/9/2026) pagi kembali diseli
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kalimat sederhana namun penuh makna yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri SE
Parlemen