Pimpinan Lapas Narkotika Rumbai Ikuti Pengarahan Dirjenpas Secara Daring
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jajaran Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai melaksanakan kegiatan pengarahan secara daring yang di
Hukrim
Momentum pergantian hari, bulan, dan tahun ada baiknya juga dilakukan dengan lebih mempelajari peredaran benda langit. Bulan misalnya, sebagai benda langit dapat digunakan untuk mengenali satuan penanggalan.
Ar-Ra`d: (13):2 - Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu.
Ayat tersebut secara awal dapat dipahami ke dalam lima poin:
Baca Juga:
(1) Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan langit
(2) Allah subhanahu wa ta’ala bersemayam di atas 'Arsy dan mengatur alam semesta
Baca Juga:
(3) Allah subhanahu wa ta’ala menentukan peredaran waktu matahari dan bulan
(4) Allah Maha Besar dan mengatur urusan mahluk-Nya termasuk manusia
(5) Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa manusia akan bertemu Allah subhanahu wa ta’ala.
Sudah jelas manusia (1) tidak dapat menciptakan langit, (2) tidak dapat mengatur alam semesta, (3) tidak dapat mengubah peredaran matahari dan bulan. Tiga poin itu menunjukkan manusia yang terbatas hendaknya mengakui dua poin berikutnya yakni percaya akan aturan Allah Yang Maha Besar dan percaya bahwa manusia akan bertemu Allah subhanahu wa ta'ala.
Peradaban manusia sepanjang zaman telah menghasilkan berbagai manifestasi budaya terkait bulan. Sementara, Alquran telah menyebutkan salah satu manfaat bulan. Gerak edar bulan bersama dengan matahari dapat menjadi pedoman perhitungan waktu.
Yunus (10):5 - Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
Manusia mencoba merumuskan satuan waktu dengan mengamati fenomena peredaran bulan dan matahari. Penanggalan berdasarkan peredaran matahari disebut Solar Calendar atau dalam khasanah Islam disebut Kalender Syamsiyah. Peredaran bulan dirumuskan menjadi Lunar Calendar atau khasanah Islam menyebutnya Kalender Qamariyah.
Menurut ahli astronomi, Prof Thomas Djamaluddin, masyarakat Arab sebelum Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam telah mengenal kalender Qamariyah. Namun, belum ada konsistensi karena bisa disesuaikan dengan musim atau kepentingan penguasa. Nama-nama bulan ada yang terkait dengan musim. Ramadhan terkait dengan musim panas, sementara Rabiul Awal dan Akhir terkait musim semi. Penyesuaian dengan musim menyebabkan penambahan bulan (nasi’). Allah subhanahu wa ta’ala melalui Surat At-Tawbah (9):36-37 menghapus praktik nasi’ dan menegaskan jumlah bulan hanya 12.
Petunjuk dan aturan Allah subhanahu wa ta’ala itulah yg hendaknya dipakai ketika memahami satuan waktu dalam Alquran yang sekaligus menjadi acuan dalam beribadah. Cukup banyak ayat dalam Alquran perihal satuan waktu misalnya hari, bulan, dan tahun.
Al-Baqarah (2):183-185 antara lain menyebutkan bahwa orang-orang yang beriman diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadhan. Jika ada yang sakit atau dalam perjalanan, lalu berbuka, maka wajib berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.
Jelaslah Alquran menyebut nama bulan Ramadhan dalam sistem penanggalan Qomariyah. Kemudian, awal dan akhir suatu hari dalam penanggalan Qomariyah bukan pada pukul 00.00 atau 24.00.
Kita umumnya lebih mengenal sistem penanggalan Syamsiyah yang salah satu bentuknya berupa penanggalan Masehi. Kiranya kita perlu lebih mengenal penanggalan Qomariyah karena sangat berguna dalam melaksanakan ibadah. Mari kita pelajari lagi dan ajak generasi penerus untuk mendalami ilmu terkait bulan dan benda langit lainnya.
Ibadah akan lebih bermakna dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan hendaknya dipelajari dengan menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala. Pengetahuan yang diperoleh hendaknya digunakan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah.
Semoga kita akan bertemu Allah subhanahu wa ta’ala dengan membawa bekal berupa ibadah yang berbobot ilmu pengetahuan. Wallahu a’lam.
(republika.co.id)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jajaran Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai melaksanakan kegiatan pengarahan secara daring yang di
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Langit Pekanbaru yang sempat verah dua hari belakangan setelah hujan, pada Senin (14/9/2026) pagi kembali diseli
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kalimat sederhana namun penuh makna yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri SE
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dalam rangka memperingati ulang tahun ke8, Komunitas Student Education Forum (SEF) resmi meluncurkan kegiatan p
Seni
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru mengimbau warga jangan percaya dengan oknum me
Pemerintahan
kabarmelayu.com,DUMAI Satuan Resnarkoba Polres Dumai mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis pil ekstasi dan etomidate. Dalam pengungk
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Satgas Karhutla TNI wilayah Melawi menggelar Salat Istisqo sekaligus sosialisasi penanggulangan kebakaran hutan da
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Satresnarkoba Polresta Pekanbaru melaksanakan pemusnahan barang bukti (BB) narkotika berupa 1.473 butir pil eks
Hukrim
kabarmelayu.com,BENGKALIS Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni secara resmi membuka Kontes Kapal Indonesia (KKI) Tahun 2026 di Lapangan Tugu Beng
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Indragiri Hilir, Drs. H. Tantawi Jauhari, M.M., CGRE, mewakili Bupati mengh
Pendidikan