Kamis, 05 November 2026 WIB

Tak Masuk Rekomendasi Ulama Kemenag, Ini Kata Ustaz Somad

Harijal - Minggu, 20 Mei 2018 22:22 WIB
Tak Masuk Rekomendasi Ulama Kemenag, Ini Kata Ustaz Somad
Foto: RepublikaTV
Ustaz Abdul Somad

JAKARTA - Ustaz Abdul Somad memberikan klarifikasi terkait namanya yang tidak termasuk ke dalam 200 nama penceramah yang direkomendasikan oleh Kementerian Agama RI tahun ini. Ulama populer asal Riau itu mengatakan dia tidak dimasukkan ke dalam 200 daftar nama itu karena sudah punya jadwal penuh sampai April 2020 mendatang.

Ustaz Somad memahami kalau Kemenag tak mau mengecewakan masyarakat yang mengundangnya tahun ini karena sudah tak punya waktu lagi. "Sebab Kemenag tak ingin mengecewakan masyarakat. Karena saya penuh sampai April 2020," kata Ustaz Somad melalui postingannya di Instagram yang berisi percakapannya dengan salah satu orang bertanya melalui pesan whatsapp, Sabtu (19/5).

Kementerian Agama (Kemenag) merekomendasikan 200 mubaligh yang bisa menjadi rujukan di bulan Ramadhan ini. Namun, dari 200 nama itu, tidak ada nama ustaz yang tengah populer saat ini, Abdul Somad.

Baca Juga:

Dalam daftar yang dirilis oleh Kemenag lewat lamannya, kemenag.go.id, tercantum nama dan pendidikan akhir yang ditempuh para penceramah. Diterangkan pula kompetensi penguasaan bahasa para mubaligh yang sebagian besar menguasai bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Dari 200 nama mubaligh itu, ada nama-nama yang sering kita lihat muncul di layar televisi seperti Abdullah Gymnastiar, Alwi Shihab, dan Didin Hafidhuddin. Ustaz yang selama ini aktif di media sosial, seperti Ahmad Musthofa Bisri pun masuk dalam daftar rekomendasi Kemenag.

Baca Juga:

Tak lama setelah menilis 200 nama mubaligh yang direkomendasikan tersebut, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag), Khoiruddin menjelaskan tentang tidak dimasukkannya Ustaz Abdul Somad (UAS) dan sejumlah ustaz lainnya ke dalam daftar 200 mubalig yang direkomendasikan Kemenag. Menurut dia, Ustaz Somad tidak bersedia dimasukkan ke daftar tersebut.

"Awalnya ada (masuk daftar). Beliau tidak bersedia untuk dimasukkan. Karena tanpa dimasuki sudah banyak yang panggil jadwal sangat padat hingga dua tahun ke depan," ujar Khoiruddin saat dikonfirmasi Republika.co.id, Jumat (18/5).

(republika.co.id)

SHARE:
beritaTerkait
Destinasi dan Event Wisata Riau Didorong Masuk KEN dan KSPN
Pelaku Gagal Membegal di Desa Pangkalan Baru, Malah Ditangkap Korbannya
Inflasi Riau Oktober 2026 Tembus 3,09 Persen, Kampar Tertinggi
Gandeng SPTI dan NIBA, Kapolsek Siak Hulu Gelar Kegiatan Polisi Bersama Masyarakat
Meresahkan Masyarakat, Satpol-PP Bengkalis Tertibkan 12 Anak Punk
Peredaran 8,9 Kilogram Sabu Lintas Negara di Bengkalis Digagalkan
komentar
beritaTerbaru