Jumat, 01 Mei 2026 WIB

3 Pekerjaan Terbaik Menurut Nabi Muhammad SAW

Harijal - Sabtu, 28 Juli 2018 13:44 WIB
3 Pekerjaan Terbaik Menurut Nabi Muhammad SAW
(FOTO:ILUSTRASI/DONCASTER)
Pekerjaan yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW

BEKERJA merupakan salah satu cara manusia modern untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhannya. Namun, dalam menjalani suatu pekerjaan, seorang Muslim juga harus mengetahui apakah pekerjaannya termasuk dalam kategori halal dan mambrur?

Pertanyaan seputar pekerjaan terbaik bagi seorang Muslim sebetulnya sudah sempat ditanyakan oleh seorang sahabat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Wahai Rasulullah, mata pencaharian (kasb) apakah yang paling baik?” Nabi kemudian bersabda, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi),” (HR.Ahmad 4:141, hasan ligoirihi).

Baca Juga:

Dari hadis ini, kita sudah mendapatkan gambaran besar seperti apa profesi atau pekerjaan yang terbaik menurut Rasulullah SAW. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak ulasan lengkapnya, sebagaimana dilansir Okezone dari berbagai sumber, Sabtu (28/7/2018).

Pekerjaan yang halal

Baca Juga:

Asy Syaibani mengatakan bahwa kasb adalah mencari harta dengan menempuh cara yang halal. Sedangkan thoyyib, maksudnya adalah usaha yang berkah atau halal. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, para sahabat tidak bertanya manakah pekerjaan yang paling banyak penghasilannya.

Namun, yang mereka tanya adalah manakah yang paling diberkahi. Sehingga dari sini kita dapat memetik pelajaran bahwa tujuan dalam mencari rizki adalah mencari yang paling berkah, bukan semata-mata karena menghasilkan banyak uang. Demikian penjelasan berharga dari Syaikh ‘Abdullah bin Sholih Al Fauzan dalam Minhatul ‘Allam, 6: 10.

Pekerjaan dengan tangan sendiri

Dalam hadits di atas, sebetulnya ada dua mata pencaharian yang dikatakan paling diberkahi. Pertama adalah pekerjaan dengan tangan sendiri. Hal ini juga disebutkan pula dalam hadits yang lain.

“Tidaklah seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari makanan yang ia makan dari hasil kerja keras tangannya sendiri. Karena Nabi Daud ‘alaihis salam dahulu bekerja pula dengan hasil kerja keras tangannya.” (HR. Bukhari no. 2072). Hadis tersebut juga menerangkan bahwa mencari kerja dengan tangan sendiri sudah dicontohkan oleh para nabi seperti Nabi Daud AS.

Contoh pekerjaan dengan tangan sendiri adalah bercocok tanam, kerajinan, mengolah kayu, pandai besi, dan menulis. Demikian disebutkan dalam Minhatul ‘Allam karya Syaikh ‘Abdullah bin Sholih Al Fauzan, 6: 9.

Jual beli yang mabrur (berdagang)

Mata pencaharian kedua yang diberkahi adalah jual beli yang mabrur. Menurut Syaikh ‘Abdullah Al Fauzan, jual beli yang mabrur adalah jual beli yang memenuhi syarat dan rukun jual beli. Proses jual beli juga harus didasari oleh kejujuran, serta menghindarkan diri dari penipuan dan pengelabuan. Lihat Minhatul ‘Allam Syarh Bulughil Maram, 6: 9.

Apa saja jual beli yang mabrur? Seperti yang telah dijelaskan di atas, jual beli mabrur harus memenuhi syarat dan rukun jual beli. Di antaranya, ridho antara penjual dan pembeli, barang yang dijual mubah pemanfaatannya (bukan barang haram), uang dan barang bisa diserahterimakan, tidak ada ghoror (ketidakjelasan).


(okezone.com)

SHARE:
beritaTerkait
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan
Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting
Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru
komentar
beritaTerbaru