Rabu, 16 September 2026 WIB

4 Isi Klarifikasi Ustaz Abdul Somad soal Ceramah Salib

Harijal - Kamis, 22 Agustus 2019 11:49 WIB
4 Isi Klarifikasi Ustaz Abdul Somad soal Ceramah Salib
Photo : VIVA/Muhamad Solihin
Ustaz Abdul Somad (UAS) Kunjungi MUI

Ustaz Abdul Somad telah memenuhi undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabu sore, 21 Agustus 2019. Kedatangannya ke Kantor MUI untuk memberikan klarifikasi terhadap isi ceramahnya yang viral terkait salib.

Seperti diketahui, pendakwah yang akrab disapa dengan sebutan UAS itu telah dilaporkan oleh sejumlah kelompok masyarakat karena sebagian isi ceramahnya dinilai mengandung penistaan agama. Mereka melaporkan UAS ke Polda Metro Jaya maupun Bereskim Polri dan menuntut UAS meminta maaf.

Sementara dalam klarifikasinya di Kantor MUI, UAS menegaskan tak perlu minta maaf soal hal itu. Alasannya, dia berceramah sesuai dengan keyakinan agamanya dan dilakukan di dalam komunitas Muslim.

Baca Juga:

"Saya menjelaskan tentang akidah agama saya, di tengah komunitas umat Islam, di dalam rumah ibadah saya. Bahwa ada yang tersinggung dengan penjelasan saya. Apakah saya mesti meminta maaf?" kata UAS, Rabu, 21 Agustus 2019, seperti dikutip dari VIVAnews.

Dan berikut ini, beberapa poin yang diklarifikasi UAS terkait isi ceramahnya yang viral tersebut di Kantor MUI, kemarin:

Baca Juga:

Menjawab pertanyaan

UAS menjelaskan bahwa ceramahnya yang diviralkan tersebut adalah menjawab pertanyaan dari jemaahnya, bukan merupakan tema kajian dan inti permasalahan. Dia menjelaskan, tiap Sabtu subuh memberikan materi kajian, dilanjutkan dengan tanya jawab. Nah, potongan video yang viral itu adalah menjawab pertanyaan salah satu jemaahnya.  

Dilakukan di komunitas masyarakat Muslim

UAS menyampaikan bahwa ceramah itu dilakukan di dalam Masjid dalam forum tertutup, bukan di televisi atau di tanah lapang. Dia ceramah dan menjawab pertanyaan terkait salib itu di tengah komunitas masyarakat Muslim.

Menjelaskan akidah

Dalam jawabannya terhadap pertanyaan jemaahnya saat itu, UAS menjelaskan soal akidah umat Muslim, bukan membandingkan agama. Karena itu, menurut dia, jika penjelasan soal itu didengar non-Muslim bisa membuat mereka tersinggung.

"Karena ajaran saya. Kalau saya minta maaf berarti ayat itu mesti dibuang," ujar UAS.

Ceramah tiga tahun lalu

Ceramah terkait hal itu dilakukan di Masjid Agung An-Nur, Pekanbaru, Riau tiga tahun lalu. Tiap Sabtu subuh, dia memberikan materi ceramah, lalu dilanjutkan dengan tanya jawab.  Dia pun mengakui tak mungkin meminta jemaahnya mematikan handphone atau tidak merekamnya lalu mengunggahnya hingga menjadi ramai di media sosial.

"Saya di mana-mana menyampaikan ceramah tak mungkin saya tanya satu satu, matikan handphone, matikan, matikan," katanya.

(viva.co.id)

SHARE:
beritaTerkait
Udara Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat, Siswa Kembali PJJ
Kualitas Udara Siak Sangat Tidak Sehat
Fithriady Syam Pemenang LKTJ Raja Ali Kelana 2026
Empat Bulan Terakhir, Polresta Pekanbaru Ringkus 128 Tersangka Narkoba
Residivis Korupsi Fahd A. Rafiq Ditangkap KPK, Desak Hukuman Maksimal
Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, Angka Hotspot Riau Naik Lagi
komentar
beritaTerbaru