Selasa, 21 April 2026 WIB

Stasiun Bakamla Sambas Amankan Nelayan Nakal Pengguna Pukat Harimau

Harijal - Senin, 29 April 2024 19:50 WIB
Stasiun Bakamla Sambas Amankan Nelayan Nakal Pengguna Pukat Harimau
Humas Bakamla RI

SAMBAS - Stasiun Bakamla Sambas melalui unsur Catamaran 505 bersama Satuan Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Polres Sambas, serta Pos TNI Angkatan Laut Paloh melakukan Patroli Penertiban Kapal Pukat Kikis/Harimau (trawl) yang beroperasi di Perairan Pemangkat – Paloh, Senin (29/04/2024).

Mulanya, Catamaran 505 yang sedang melaksanakan Patroli Garda Nusa VIII di sekitar Perairan Pemangkat-Paloh, mendapatkan keluhan dari nelayan setempat yang dirugikan karena oknum nelayan nakal yang menangkap ikan dengan alat tangkap pukat kikis/harimau (trawl). Diketahui aksi ini marak terjadi belakangan ini. 

“Pelaku tidak kami tangkap, namun kami amankan saja. Alat mereka saja yang disita. Jika mereka mengulangi lagi, maka akan disanksi sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku,” tegas Komandan Kapal Catamaran 505 Bakamla Sambas Lettu Bakamla Sukma Prasetya. 

Baca Juga:

Upaya penertiban dan pengarahan ini diharapkan dapat menciptakan kesadaran di kalangan nelayan akibat dampak buruk dari penggunaan alat tangkap yang tidak sesuai aturan, sehingga tidak ada lagi nelayan nakal yang menggunakan alat tangkap ikan ilegal.

Lettu Bakamla Sukma memastikan, pihaknya akan terus melakukan patroli sebagai upaya pengawasan dan pencegahan praktik-praktik ilegal di laut Paloh. “Hari ini, kami patroli dari arah balik dari Paloh menuju Pemangkat,” ujarnya.

Baca Juga:

Autentikasi: Pranata Humas Ahli Muda Bakamla RI Kapten Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd.

SHARE:
beritaTerkait
PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
Pemerintah Siap Bentuk Pokja Pembatalan Sertifikat di TNTN
Ranperda Perlindungan Anak Riau, Diminta Fokus pada Norma Utama
Pelaksanaan TKA di UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Berjalan Lancar
Bobol Kotak Amal, Pasutri di Bengkalis Ditangkap Warga
Skandal Perzinahan Kades, Kriminalisasi Wartawan dan Dugaan Suap Penyidik
komentar
beritaTerbaru