Senin, 20 April 2026 WIB

Empat KRI Debarkasi di Pelabuhan Benoa Dukung Pengamanan KTT World Water Forum ke-10 Bali

Harijal - Rabu, 15 Mei 2024 10:38 WIB
Empat KRI Debarkasi di Pelabuhan Benoa Dukung Pengamanan KTT World Water Forum  ke-10 Bali
Puspen TNI

BALI - Setelah mengarungi samudra selama empat hari,  Empat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yakni KRI Banjarmasin-592, KRI Makassar-590, KRI Banda Aceh 593 dan KRI Teluk Bintuni-520 yang mengangkut personel dan  kendaraan taktis dalam rangka mendukung pengamanan KTT World Water Forum ke-10 tiba di Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali, Selasa (14/5/2024).

Adapun jenis Rantis yang tiba di pelabuhan Benoa dengan menggunakan keempat KRI tersebut, diantaranya meliputi Ransus CBRNE Sprinter 516, Ransus Lidik Kizi Nubika, Ran Elf (satwa), Ranpur Anoa, Ransus Jihandak Ivader+ Bom Trailer, Motor listrik (POM), Motor listrik (Matan), Mobil listrik (POM) dan Sea Rider + truk penarik.

KTT World Water Forum merupakan forum internasional yang memiliki puluhan negara anggota dari berbagi benua yang berbeda. Forum yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dan kemitraan global untuk mencari jalan dan mengatasi tantangan air dan sanitasi.

Baca Juga:

Untuk menjamin keamanan dalam pelaksanaan KTT World Water Forum_ ini, TNI bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan berbagai instansi terkait lainnya untuk menciptakan sistem pengamanan yang terintegrasi. Kolaborasi ini mencakup patroli gabungan, pengawasan udara, dan pengamanan titik-titik strategis di sekitar lokasi KTT.

Autentikasi: Wadansatgaspen Pam KTT World Water Forum Kolonel Cba Tedi Rudianto

Baca Juga:
SHARE:
beritaTerkait
PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
Pemerintah Siap Bentuk Pokja Pembatalan Sertifikat di TNTN
Ranperda Perlindungan Anak Riau, Diminta Fokus pada Norma Utama
Pelaksanaan TKA di UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Berjalan Lancar
Bobol Kotak Amal, Pasutri di Bengkalis Ditangkap Warga
Skandal Perzinahan Kades, Kriminalisasi Wartawan dan Dugaan Suap Penyidik
komentar
beritaTerbaru