Minggu, 30 Agustus 2026 WIB

DPR: Senjata yang Menewaskan Prajurit TNI Baru Dibeli dari Cina pada 2008

Harijal - Kamis, 18 Mei 2017 15:15 WIB
DPR: Senjata yang Menewaskan Prajurit TNI Baru Dibeli dari Cina pada 2008
Puspen TNI
Meriam Giant Bow

JAKARTA - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, TB Hasanuddin mengatakan, DPR turut belasungkawa atas gugurnya empat prajurit TNI saat latihan tempur di Natuna, Kepulauan Riau. D

ia juga meminta agar pihak terkait segera melakukan investigasi terkait kecelakaan yang memilukan tersebut. Apalagi kecelakaan senjata di Natuna menjadi menarik karena senjata Giant Bow pabrikan Cina itu masih tergolong baru dan baru dibeli pada 2008 silam.
 
"Kita akan meminta TNI untuk menjelaskan di Komisi I, mengapa sebab-sebab itu, nanti hasilnya seperti apa kita lakukan sebuah keputusan yang terbaik. Alat tersebut kan (baru) dibeli tahun 2008 dari produk Cina. Saya kira itu masih baru," kata Politikus PDI Perjuangan, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Kamis (18/5).

Menurut TB Hasanuddin, memang senjata otomatis mengalami kerusakan akan terus memutar sendiri tanpa terkendali. Namun, kata dia, senjata itu tidak akan menembak kalau memang prajurit tersebut melepas injakannya meski terus memutar.

Baca Juga:

Maka dari itu, dibutuhkan investigasi untuk mengetahui penyebabnya. "Apakah alat bidik otomatisnya itu tidak bekerja atau bagaimana?" tanyanya dengan heran.

TB Hasanuddin mengatakan, senjata asal pabrikan Cina itu ditempatkan di batalyon artileri pertahanan udara Kostrad. Dia juga menolak apabila senjata itu dianggap usang atau tidak layak pakai, justru senjata tersebut tergolong masih baru dan sangat layak untuk digunakan.

Baca Juga:

Karena senjata yang digantikan saja digunakan dari 1950, kemudian diganti pada 2008 lalu. "Artinya senjata sebelumnya kan berusia 58 tahun lebih dan ini baru tujuh tujuh tahun," terangnya.(ROL)

SHARE:
beritaTerkait
Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes
Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap
Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare
komentar
beritaTerbaru