Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026
kabarmelayu.com,INHIL Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Ka
Pemerintahan
JAKARTA - Insiden meledaknya meriam tempur tipe 80 Giant Bow pelontar peluru kaliber 23 mm buatan Cina saat gladiresik latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) Kostrad, di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/5) mengundang keprihatinan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Di sela-sela kegiatan Global Legislative Openness Conference di Kiev, Ukraina, Wakil Ketua membawahi bidang politik dan keamanan ini menyampaikan ucapan belasungkawa untuk para prajurit yang menjadi korban.
"Pertama, saya menyampaikan dukacita sedalam-dalamya kepada keluarga empat prajurit TNI yang wafat kemarin. Semoga diberi ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini," ujar Fadli, dalam siaran persnya, Jumat (19/5).
Fadli menilai keempat prajurit tersebut meninggal sewaktu menjalankan tugas, sehingga harus diberi apresiasi dan penghormatan oleh negara. Delapan prajurit lainnya yang harus menjalani perawatan, diharapkan bisa segera pulih.
Baca Juga:
Selanjutnya, Fadli meminta kapada TNI untuk segera melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan peralatan tempur yang disiagakan, seharusnya selalu berada dalam kondisi prima. Apalagi, alutsista tersebut berada di wilayah Natuna yakni wilayah yang menempati posisi strategis bagi pertahanan negara karena berhadapan dengan wilayah konflik Laut Cina Selatan.
"Insiden ini tentu saja mengurangi kredibilitas armada pertahanan kita di mata negara lain," katanya. "Penyelidikan itu harus dilakukan sangat serius, karena insiden itu terjadi persis dua hari sebelum kunjungan Presiden ke Natuna. Ini insiden yang sangat serius."
Baca Juga:
Evaluasi dan audit alutsista juga perlu dilakukan, termasuk evaluasi rencana-rencana pengadaan yang sedang berlangsung. Pengadaan alutsista seharusnya berasal dari produsen-produsen terbaik dan melalui proses terbuka dan terawasi.
Menurut Fadli, sejumlah alutsista yang proses pengadaannya bermasalah, bisa melahirkan masalah dan insiden. Pengadaan alutsista bekas juga seharusnya tak boleh ada lagi.
Fadli juga mengatakan, saat ini anggaran pertahanan mencapai Rp 108 triliun. Meskipun angka itu masih di bawah 1,5 persen PDB (Produk Domestik Bruto), namun itu merupakan anggaran terbesar bidang pertahanan dalam satu dekade terakhir. Dengan perencanaan yang baik dan belanja alutsista yang transparan, anggaran itu mestinya bisa digunakan untuk memperbaiki sistem alutsista secara bertahap.
“Insiden itu seharusnya mengingatkan kembali TNI pada khittah sebagai militer profesional. Untuk itu, TNI harus melakukan evaluasi," katanya. (ROL)
kabarmelayu.com,INHIL Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Ka
Pemerintahan
kabarmelayu.com, SIAK Pagi itu suasana SD Negeri 24 Tanjung Pal dan SMP Negeri 8 terasa berbeda. Langkah kecil anakanak berlari di halam
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sistem pembangkit listrik PT. PLN wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengalami gangguan. Sebanyak empat pr
Peristiwa
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota berhasil meraih Juara III pada Lomba Resensi Buku Tingk
Pendidikan
kabarmelayu.com,CILACAP Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke bersama pengurus lai
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dualisme kepengurusan Federasi Serikat Pekerja Transport IndonesiaKonfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesi
Hukrim
Bedah Status Hukum Etomidate Bersama Kepala BNNK Pekanbaru, Penandatanganan MoU, dan Deklarasi Mahasiswa
TNI/Polri
Delapan Pendulang Emas Tewas di Korowai Yahukimo, Koops TNI Habema Siapkan Evakuasi dan Kejar Pelaku
TNI/Polri
Riau Bhayangkara Run 2026 Dihadiri Artis Ibu Kota, Ada Charly Van Houten hingga Ndarboy
Sport
Kemnaker Kembali Raih Penghargaan Nasional Pengawasan Kearsipan dengan Kategori Sangat Memuaskan dan SJTN 2026
Pemerintahan