Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026
kabarmelayu.com,INHIL Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Ka
Pemerintahan
JAKARTA - Tokoh Buddha, Suhu Biksu Dutavira Mahastavira menyatakan keprihatinannya terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rohingya, Myanmar. Ia menyatakan biksu yang melakukan pembunuhan dan pengusiran seperti yang terjadi di Rohingya dapat dinyatakan telah gugur kebiksuannya.
"Kami di Indonesia, saya pribadi dan rekan-rekan para biksu bukan hanya prihatin tapi menangis kok bisa terjadi begini. Itu perlu diselidiki permasalahannya apa," kata Suhu Biksu Dutavira Mahastavira, yang akrab disapa Suhu Benny di Vihara Dharma Bakti Jakarta Barat, Ahad (3/9).
Suhu Benny mengimbau agar umat Buddha berbuat sesuatu sebagai bentuk nyata keprihatinan atas tragedi yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar. Hal itu sebagaimana yang dulu pernah dilakukan oleh Walubi dengan mengirim bantuan kemanusiaan langsung ke Rohingya, Myanmar.
Baca Juga:
Pemuka agama Buddha ini menegaskan, bahwa mahzab umat Buddha yang ada di Indonesia tidak ada hubungannya dengan mahzab yang ada di Myanmar. Ia menepis stigma negatif yang dialamatkan kepada para biksu setelah adanya tragedi di Myanmar.
Suhu Benny menjelaskan, seorang umat Buddha bisa menjadi biksu setelah melalui prosesi upacara Upasampada. Keterlibatan biksu dalam tindak kejahatan, penganiayaan, dan pembunuhan secara otomatis akan menggugurkan status kebiksuannya.
Baca Juga:
"Secara kebikhuan, ada seorang bikhu ikut campur urusan yang seperti begini, pembunuhan pengusiran, itu kebhikuannya otomatis gugur. Yang dalam ayat disebut garuka karma, keupasampadaannya gugur," kata Suhu Benny.
Menurut Suhu Benny, pernyataan ini pernah dikeluarkan dari World Buddhist Sangha Council. Kitab suci agama Buddha juga sudah menyinggung kasus semacam ini. Menurutnya, biksu yang melakukan kejahatan dalam kitab suci disebut biksu gila (bikhu papah) yang tidak boleh diikuti dan harus dijauhi.
Ketua Yayasan Vihara Dharma Bakti Glodok Jakarta Barat, Tanady juga menyesalkan tragedi kemanusiaan yang terjadi terhadap etnis Rohingya di Myanmar. Ia berharap solidaritas antarumat beragama ini membawa solusi konkret bagi Muslim Rohingya di Myanmar.
"Kami berharap tragedi kemanusiaan ini segera berakhir dan saudara-saudara kita dapat hidup dengan tenang dan mendapatkan perlindungan dari pemerintah," ujar Tanady. (ROL)
kabarmelayu.com,INHIL Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Ka
Pemerintahan
kabarmelayu.com, SIAK Pagi itu suasana SD Negeri 24 Tanjung Pal dan SMP Negeri 8 terasa berbeda. Langkah kecil anakanak berlari di halam
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sistem pembangkit listrik PT. PLN wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengalami gangguan. Sebanyak empat pr
Peristiwa
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota berhasil meraih Juara III pada Lomba Resensi Buku Tingk
Pendidikan
kabarmelayu.com,CILACAP Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke bersama pengurus lai
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dualisme kepengurusan Federasi Serikat Pekerja Transport IndonesiaKonfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesi
Hukrim
Bedah Status Hukum Etomidate Bersama Kepala BNNK Pekanbaru, Penandatanganan MoU, dan Deklarasi Mahasiswa
TNI/Polri
Delapan Pendulang Emas Tewas di Korowai Yahukimo, Koops TNI Habema Siapkan Evakuasi dan Kejar Pelaku
TNI/Polri
Riau Bhayangkara Run 2026 Dihadiri Artis Ibu Kota, Ada Charly Van Houten hingga Ndarboy
Sport
Kemnaker Kembali Raih Penghargaan Nasional Pengawasan Kearsipan dengan Kategori Sangat Memuaskan dan SJTN 2026
Pemerintahan