Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026
kabarmelayu.com,INHIL Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Ka
Pemerintahan
JAKARTA - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak (LPAI) Seto Mulyadi beranggapan, masyarakat banyak yang lupa dengan bahaya LGBT. Hal tersebut diungkapkan Seto pada acara catatan akhir tahun Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dengan tema ‘Membangun Ketangguhan Anak Indonesia Menghadapi Bahaya LGBT dan Perceraian’. Seto menganggap saat ini masyarakat masih kurang sadar akan bahaya dan dampak dari penyakit LGBT.
"Intinya yang paling utama adalah LGBT dan ini sesuatu yang sering tidak di waspadai. Mungkin di tempat ibadah dan sebagainya kurang dingatkan kalau itu bertentangan dengan ajaran agama dan sebagainya," ungkap pria yang kerap disapa Kak Seto itu di Tanami Caffe Jakarta Pusat, Kamis (28/12/2017).
Selain Seto Mulyadi yang kerap disapa Kak Seto, hadir juga Pakar Psikologis Forensik Reza Indragiri, Sekertaris Jendral LPAI Henny Rusmiaty dan Ketua LPAI Banten Iif Syafrudin.
Baca Juga:
Kak Seto mengatakan, saat ini pihaknya tengah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menyadarkan korban maupun masyarakat terkait LGBT.
"Kemudian dari segi psikologis, kami juga mengetuk hati dari temen-teman Himpunan Psikolog Indonesia (Hindi), karena ini kelompok yang strategis untuk mengingatkan pada masyaakat luas tentang bahaya LGBT," ujarnya.
Baca Juga:
Menurut Kak Seto, saat ini LGBT tidak hanya menyerang dan menyasar remaja dan orang dewasa, tapi menyerang anak di bawah umur dan anak di masa pertumbuhan. "Nah LGBT ini sudah menyerang pada anak-anak. Ini adalah pelanggaran hak anak, ini kekerasan seksual yang tidak kalah dahsyatnya dengan yang berdarah-darah. Jadi mohon ini diwaspadai dan kami akan kampanyekan ini semua," ungkap dia.
Kendati demikian Seto mengaku saat ini pihaknya sudah membentuk satu gerakan untuk memerangi LGBT, terutama pada anak, yakni Sasana (saya sahabat anak). Tujuannya untuk melindungi anak dari berbagai hal, termasuk yang tidak kasat mata sebagai kekerasan.
Meskipun saat ini banyak negara yang mendukung dan juga menganggap LBGT sebagai Hak Asasi Manusia (HAM), Kak Seto menganggap ini tetap menjadi kejahatan terhadap anak yang patut untuk diperangi.
"Mungkin sudah lintas negara seolah mendukung LGBT sebagai HAM. Tapi kami (LPAI) menyadari ini sudah menyerang pada anak jadi ini bagian dari kekerasan terhadap anak," tutupnya.
(qlh/okezone.com)
kabarmelayu.com,INHIL Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Ka
Pemerintahan
kabarmelayu.com, SIAK Pagi itu suasana SD Negeri 24 Tanjung Pal dan SMP Negeri 8 terasa berbeda. Langkah kecil anakanak berlari di halam
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sistem pembangkit listrik PT. PLN wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengalami gangguan. Sebanyak empat pr
Peristiwa
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota berhasil meraih Juara III pada Lomba Resensi Buku Tingk
Pendidikan
kabarmelayu.com,CILACAP Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke bersama pengurus lai
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dualisme kepengurusan Federasi Serikat Pekerja Transport IndonesiaKonfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesi
Hukrim
Bedah Status Hukum Etomidate Bersama Kepala BNNK Pekanbaru, Penandatanganan MoU, dan Deklarasi Mahasiswa
TNI/Polri
Delapan Pendulang Emas Tewas di Korowai Yahukimo, Koops TNI Habema Siapkan Evakuasi dan Kejar Pelaku
TNI/Polri
Riau Bhayangkara Run 2026 Dihadiri Artis Ibu Kota, Ada Charly Van Houten hingga Ndarboy
Sport
Kemnaker Kembali Raih Penghargaan Nasional Pengawasan Kearsipan dengan Kategori Sangat Memuaskan dan SJTN 2026
Pemerintahan