62 Hotspot Masih Terpantau di Riau. Inhil 49, Pelalawan Tersisa 7
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah terpantau hingga 500an hotspot (titik panas) di Riau sepekan lalu, pagi ini Badan Meteorologi Klimatolo
Lingkungan
JAKARTA - Kebakaran melanda Museum Bahari di Jalan Pasar Ikan, Jakarta Utara pada Selasa 16 Januari 2018, mengakibat 64 koleksi sejarah dan cagar budaya hangus dilahap si jago merah. Pemprov DKI Jakarta prihatin atas peristiwa tersebut.
"Jumlah koleksi yang terbakar kemarin terhitung ada 64 koleksi, terdiri dari miniatur perahu ukurannya kecil-kecil 30 cm, ada replika perahu dengan ukuran normal perahu nelayan, kemudian ada maket, ada alat-alat navigasi," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/1/2018).
Kebakaran Museum Bahari, lanjut Tinia, harus menjadi pelajaran agar lebih berhati-hati dalam menjaga museum di Ibu Kota. "Yang jelas kita sudah kehilangan benda cagar budaya bangunan bersejarah dan itu merupakan suatu keprihatinan kita semua," imbuhnya.
Baca Juga:
Selain itu, kata Tinia, sejumlah lukisan juga hangus terbakar dalam kebakaran Museum Bahari. Lukisan yang terbakar mengisahkan sebuah perperangan antara sekutu dan Jepang di Laut Jawa.
"Pameran yang baru dibuat itu habis itu printing, jadi ada pameran yang menceritakan peperangan laut di jawa, antara sekutu dengan Jepang," jelasnya.
Baca Juga:
Tiniapun berjanji pihaknya akan melakukan renovasi terhadap museum yang kebakar itu dalam waktu secepatnya. Adapun untuk biayanya, ia belum dapat memastikan apakah perbaikan menggunakan dana APBD atau bantuan dari kementrian.
Tinia Budiati mengatakan, pihaknya tak bisa menghitung jumlah kerugian dari kebakaran Museum Bahari, karena barang-barang yang ada di dalam gedung cagar budaya itu tak bisa dinilai harganya.
"Wah enggak bisa itu. nilai yang tak terhingga apalagi bangunan dengan usia 300 tahun lebih, itu kan (dibangun) 1771 sampai 1773. Itu yang sulit kita kembalikan nilainya," kata Tinia.
Menurutnya, bangunan itu menggunakan material yang sudah berumur ratusan tahun. Sehingga, apabila nanti diganti dengan replika, kondisinya tak akan seperti keadaan yang semula.
"Kayu kalau kita bisa dapat kayu sama besarnya, tapi kayu 300 tahun lalu gimana. Sekarang tidak banyak, terus nilai sejarah di dalam bangunan tersebut juga tak bisa dikembalikan," imbuhnya.
(okezone.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah terpantau hingga 500an hotspot (titik panas) di Riau sepekan lalu, pagi ini Badan Meteorologi Klimatolo
Lingkungan
kabarmelayu.com,MERANTI Seekor buaya muara menerkam seorang warga bernama Atai (35) saat menyeberang menggunakan rakit di Sungai Sendewo,
Peristiwa
kabarmelayu.com,JAKARTA Menjalani Tugas seharihari di dunia kesehatan sebagai dokter, tidak membuat dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M ber
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Law Firm Citra Hukum Keadilan (CHK) resmi memperluas jangkauan layanannya dengan meresmikan Kantor Perwakilan Pr
Hukrim
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06/Siak Hulu, Serma Gali Handoko, menghadiri malam puncak peringatan HUT RI ke81 tahun 2026, Sabtu
Sosial
kabarmelayu.com,BENGKALIS Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui sinergi den
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Aksi pemerasan disertai ancaman kekerasan berhasil diungkap jajaran Polsek Sukajadi. Korbannya seorang pria ya
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 12 personel Tim Alpha Pekanbaru melaksanakan fastrope sebagai tim pembuka di titik Drop Zone (DZ) dalam
TNI/Polri
kabarmelayu.com,YOGYAKARTA Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), me
TNI/Polri
kabarmelayu.com,SUMUT Ratusan anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur didampingi Tim Pengacara, LSM Penjara Rohul, dan Ketua Adat men
Peristiwa