Minggu, 30 Agustus 2026 WIB

Sedih, Upah Buruh Tani dan Bangunan Seakan tak Diperhatikan

Harijal - Rabu, 01 Mei 2019 15:49 WIB
Sedih, Upah Buruh Tani dan Bangunan Seakan tak Diperhatikan
(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Sejumlah massa buruh dari berbagai aliansi melakukan aksi unjuk rasa dalam memperingati Hari Buruh Internasional di depan di depan patung kuda Indosat, Monas Jalan Medan Merdeka, Rabu (1/5/2019).Dengan sejumlah tuntutan mereka datang dengan membawa

JAKARTA - Tampaknya upah buruh, terutama buruh tani dan buruh bangunan di Indonesia, masih perlu diberi perhatian khusus oleh pemerintah.

Pasalnya upah riil buruh tani sepanjang pemerintahan Presiden Joko Widodo belum mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan hingga saat ini upah buruh tani belum pernah lebih tinggi ketimbang pertama kali Jokowi menjabat.

Sebagai catatan, upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal dengan indeks konsumsi rumah tangga pedesaan. Selain itu upah juga lebih umum digunakan untuk menggambarkan daya beli pekerja. Ujung-ujungnya bisa mencerminkan kesejahteraan petani.

Baca Juga:

Melihat data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kesejahteraan petani tak kunjung membaik dalam empat tahun terakhir.

Pada Oktober 2018, di mana era pemerintahan baru dimulai, upah riil buruh tani masih bisa mencapai Rp 38.955/hari. Setelahnya, upah riil buruh tani terus berada dalam tren penurunan hingga mencapai titik terendahnya yang sebesar Rp 37.064/hari pada bulan Januari 2017.

Baca Juga:

Pun tren kenaikan upah buruh tani yang berlangsung sejak Februari 2017 hingga Maret 2019 belum bisa membuatnya lebih tinggi dari awal masa jabatan Jokowi. Pada bulan Maret 2019, upah riil buruh tani hanya sebesar Rp 38.561/hari, yang artinya masih lebih rendah 1,01% dibanding Oktober 2014.

Sewajarnya hal ini menjadi masalah yang tidak bisa dianggap enteng karena tenaga kerja pertanian Indonesia sangat besar. Berdasarkan data bulan Agustus 2018, sektor pertanian menyerap 28,79% dari seluruh penduduk yang bekerja di Indonesia. 

Nasib yang lebih memilukan terjadi pada buruh bangunan di perkotaan. Upah riil buruh bangunan cenderung terus mengalami penurunan dalam 4 tahun ke belakang.

Berbeda dengan buruh tani, upah riil buruh bangunan merupakan perbandingan upah nominal dengan indeks konsumsi rumah tangga di perkotaan. Data ini dapat mewakilkan kesejahteraan buruh bangunan yang tinggal di perkotaan.

Pada Oktober 2018, upah riil buruh bangunan masih bisa menyentuh angka Rp 67.305/hari. Selanjutnya terus turun hingga mencapai titik terendah sebesar Rp 64.318/hari pada Juli 2018.

Memang, setelah itu upah riil buruh bangunan cenderung meningkat. Akan tetapi peningkatannya masih terbatas. Data terakhir, yaitu Maret 2019 menunjukkan upah riil buruh bangunan masih sebesar Rp 65.237/hari, yang mana lebih rendah 3.07% dibanding Oktober 2014.

Artinya, kesejahteraan buruh bangunan di perkotaan lebih tertekan ketimbang buruh tani di desa.

Padahal, dalam empat tahun ke belakang, pembangunan infrastruktur terus dikebut. Banyak aktivitas pembangunan yang melibatkan tenaga buruh bangunan. Namun kenyataannya hal tersebut tidak membuat mereka lebih sejahtera.

SELENGKAPNYA DI CNBCINDONESIA.COM

SHARE:
beritaTerkait
Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes
Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap
Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare
komentar
beritaTerbaru