Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan
kabarmelayu.com, SIAK Pagi itu suasana SD Negeri 24 Tanjung Pal dan SMP Negeri 8 terasa berbeda. Langkah kecil anakanak berlari di halam
Pemerintahan
Kabar Melayu - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, ada 11 sistem listrik nasional mengalami defisit listrik, terutama di luar Pulau Jawa. Akibatnya, masyarakat di luar Pulau Jawa kerap mengalami pemadaman.
Defisit listrik tertinggi terjadi di daerah sistem listrik Sulawesi Utara-Gorontalo, dan Kendari yang masing-masing mengalami defisit 22,94 persen serta 22,38 persen.
Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Alihuddin Sitompul, Jumat (6/11/2015) mengatakan, kondisi ini perlu diperbaiki.
Baca Juga:
"Ini mengerikan. Kalau tidak diperbaiki dengan meningkatkan kapasitas listrik, bisa bahaya," kata Alihuddin di kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta.
Alihuddin mengatakan bahwa perbaikan ini diperlukan untuk menekan terjadinya pemadaman listrik. Terlebih, melihat kondisi gardu induk yang dioperasikan PT Perusahaan Listrik Negara, sudah berumur tua.
Baca Juga:
Menurut data Kementerian ESDM per 28 Oktober 2015, dari 23 sistem listrik nasional, ada tiga sistem listrik normal atau cadangan listrik dalam kondisi cukup, yaitu Ternate dan Maluku, Ambon, dan Nusa Tenggara Timur.
Sebanyak sembilan sistem listrik siaga, yaitu Batam, Tanjung Pinang, Bangka, Jawa Bali, Bima Sumbawa, Sulawesi Selatan-Poso-Tentena, Kupang, dan Palu.
Sementara itu, sisanya, yang defisit listrik ada 11 sistem. Di Pulau Sumatera, yakni di Aceh-Sumatera Utara defisit 5,22 persen, Sumatera Barat-Riau-Jambi degisit 9,79 persen, Sumatera Selatan-Bengkulu-Lampung (SBS) defisit 8,19 persen, dan Belitung defisit 14,9 persen,
Di Pulau Kalimantan, yakni Kalimantan Barat defisit 8 persen, Kalimantan Timur defisit 1,04 persen, dan Kalimantan Selatan Tengah defisit 9,15 persen. Lombok defisit 17,35 persen.
Di Pulau Sulawesi, yang mengalami defisit listrik yaitu Sulawesi Utara Gorontalo (Sulutgo) defisit 22,94 persen, dan Kendari defisit 22,38 persen. Selanjutnya Jayapura, Papua, defisit 4,28 persen.
Alihuddin menjelaskan, untuk mengatasi defisit itu, pemerintah berkomitmen membangun program pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW). Menteri ESDM, Sudirman Said, pun telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, terkait realisasi program ini.
"Beliau minta tolong catat siapa saja bupati atau gubernur yang tidak mau mendukung program 35 ribu MW," kata dia.
kabarmelayu.com, SIAK Pagi itu suasana SD Negeri 24 Tanjung Pal dan SMP Negeri 8 terasa berbeda. Langkah kecil anakanak berlari di halam
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sistem pembangkit listrik PT. PLN wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengalami gangguan. Sebanyak empat pr
Peristiwa
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota berhasil meraih Juara III pada Lomba Resensi Buku Tingk
Pendidikan
kabarmelayu.com,CILACAP Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke bersama pengurus lai
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dualisme kepengurusan Federasi Serikat Pekerja Transport IndonesiaKonfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesi
Hukrim
Bedah Status Hukum Etomidate Bersama Kepala BNNK Pekanbaru, Penandatanganan MoU, dan Deklarasi Mahasiswa
TNI/Polri
Delapan Pendulang Emas Tewas di Korowai Yahukimo, Koops TNI Habema Siapkan Evakuasi dan Kejar Pelaku
TNI/Polri
Riau Bhayangkara Run 2026 Dihadiri Artis Ibu Kota, Ada Charly Van Houten hingga Ndarboy
Sport
Kemnaker Kembali Raih Penghargaan Nasional Pengawasan Kearsipan dengan Kategori Sangat Memuaskan dan SJTN 2026
Pemerintahan
Rutin, Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Tinjau Perkembangan Tanaman Jagung untuk Ketahanan Pangan
TNI/Polri