Sabtu, 02 Mei 2026 WIB

Suporter Timnas Desak Malaysia Hukum Berat Pelaku Penusukan

Harijal - Jumat, 22 November 2019 11:42 WIB
Suporter Timnas Desak Malaysia Hukum Berat Pelaku Penusukan
(CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Ilustrasi suporter Timnas Indonesia.

JAKARTA - Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) mendesak agar para pelaku pengeroyokan dan penusukan terhadap suporter Timnas Indonesia di Malaysia.

Sebelumnya terjadi insiden pengeroyokan termasuk penusukan di Bukit Bintang pada Senin (18/11) sebelum laga Malaysia vs Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia 2019, di Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11).

"PSTI mendesak pemerintah Indonesia dan PSSI untuk bekerjasama dengan pemerintahan Malaysia melakukan investigasi insiden kisruh suporter di Malaysia dan menghukum seberat-beratnya siapapun yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut," demikian pernyataan Ketua Umum PSTI, Ignatius Indro.

Baca Juga:

Indro menilai kekisruhan hingga terjadi tindak pengeroyokan sejumlah warga Malaysia terhadap suporter Timnas Indonesia sangat memprihatinkan.

"Kita ingat kejadian [kerusuhan] ketika kedua tim [Indonesia dan Malaysia] bertanding di Jakarta, di mana kejadian seperti itu terjadi."

Baca Juga:

"Hal ini menunjukkan bahwa rivalitas dalam sepak bola masih berada di atas kemanusiaan. Ini harus kita ubah secepatnya dan tidak bisa kita biarkan berlarut-larut," kata Indro.

Dia menilai sejauh ini suporter hanya dijadikan sapi perahan sebagai obyek bagi pemangku kebijakan persepakbolaan tanah air tanpa ada upaya serius edukasi dan jaminan keamanan.

Untuk itu, PSTI juga meminta seluruh pemangku kepentingan seperti Kemenpora, DPR, dan PSSI membuat payung hukum untuk suporter.

"Salah satu urgensinya adalah memaksa seluruh stake holder sepak bola Indonesia untuk melakukan edukasi terhadap suporter hingga ke akar rumput."

"Kami mengajak seluruh stake holder sepak bola Indonesia bergandengan tangan memajukan sepak bola Indonesia," terangnya.

Sebelumnya netizen mengamuk dan meramaikan media sosial dengan tanda #GanyangMalaysia mengutuk aksi kekerasan di Malaysia. 

(cnnindonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan
Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting
Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru
komentar
beritaTerbaru