Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
JAKARTA - Kemenpora RI meminta PSSI melapor ke Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) terkait insiden penganiayaan terhadap suporter Indonesia oleh suporter Malaysia usai laga kedua tim pada Selasa 19 November 2019 lalu.
Pada Selasa lalu, Timnas Indonesia bertandang menghadapi Timnas Malaysia di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur, sebagai rangkaian dari pertandingan Pra Kualifikasi Piala Dunia FIFA tahun 2022.
Suporter Indonesia menerima berbagai macam kekerasan dan intimidasi saat ke Bukit Jalil. Mulai dari pengepungan saat hendak keluar stadion hingga upaya penusukan yang dilakukan pendukung Malaysia.
Baca Juga:
"Kemenpora akan meminta PSSI untuk melaporkan insiden tersebut kepada FIFA," tulis pernyataan resmi Kemenpora yang diterima VIVAnews, Jumat, 22 November 2019.
Langkah ini dilakukan untuk membalas perbuatan serupa yang dilakukan Federasi Sepakbola Malaysia beberapa waktu lalu yang melaporkan Indonesia ke FIFA karena kericuhan antarsuporter Indonesia dan Malaysia di SUGBK, Jakarta.
Baca Juga:
"Karena saat pertemuan tanggal 6 September 2019 antara kedua Menpora, ternyata Menpora Malaysia juga tetap membiarkan Federasi Sepakbola Malaysia untuk melaporkan insiden GBK ke FIFA meskipun Menpora Malaysia sudah menerima permohonan maaf Menpora Indonesia," lanjutnya.
Langkah ini juga sebagai bentuk kekecewaan Kemenpora terhadap insiden yang terjadi saat ini. Karena sehari setelah insiden suporter Indonesia di Stadion GBK saat pertandingan Timnas Indonesia versus Malaysia tanggal 5 September 2019, Menpora Imam Nahrawi sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Sukan dan Belia Malaysia Syed Saddiq secara langsung pada tanggal 6 September 2019 pagi di suatu hotel di Jakarta.
Dalam responsnya, Menpora Malaysia menerima permohonan maaf Indonesia, dan mengucapkan selamat datang kepada supporter Indonesia saat nantinya akan menonton pertandingan 19 November 2019 di Kuala Lumpur dan akan disambut dengan ramah oleh suporter Malaysia. Tetapi ini ternyata tidak sepenuhnya terjadi.
Kemenpora juga akan meminta pihak Kepolisian Malaysia untuk mengusut tuntas insiden yang sempat menimbulkan luka fisik pada supporter Indonesia (plus perampasan paspor) dan membawanya secara transparan ke jalur hukum.
(vivanews.com)
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen
kabarmelayu.comINHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, akan membangun pasar induk Jalan yos sudarso yang megah, seluruh pedagang
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Dua atlet petinju Pekanbaru berhasil menyabet dua medali emas pada event Kejuaraan Tinju Amatir Terbuka Piala Da
Sport
RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal
Kesehatan
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasinal Rencana Kerja Pemerintah D
Parlemen
Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih
TNI/Polri