Polisi Ringkus Empat Tersangka Penyalahgunaan Narkoba di Tambang
Polisi Ringkus Empat Tersangka Penyalahgunaan Narkoba di Tambang
Hukrim
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru membeli mobil dinas baru mendapat kritikan keras dari DPRD Kota Pekanbaru. Pasalnya rencana tersebut kurang tepat mengingat Pekanbaru saat ini mengalami rasionalisasi anggaran dan banyak kegiatan yang dipangkas bahkan dihilangkan.
"Sangat kita sayangkan, kondisi kita ini sudah menuju kota bangkrut, kok sempat-sempatnya mau beli mobil lagi, kenapa tidak digunakan saja mobil-mobil yang dikembalikan dewan untuk operasional para OPD saja, kan masih layak pakai dan masih representatif mobil yang kita kembalikan, jangan mengelontorkan anggaran tidak jelas seperti ini," demikian disampaikan Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ruslan Tarigan, Senin (28/8).
Politisi PDI Perjuangan ini menganggap rencana Pembelian Mobil dinas belum urgen (dianggap perlu) mengigat masih banyak kebutuhan masyarakat yang perlu diprioritaskan dari anggaran yang ada.
Baca Juga:
"Untuk pelayanan kepada masyarakat saja belum maksimal, coba tunjukkan apa prestasi yang membanggakan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk melayani masyarakat, KTP aja masih amburadul, saya pikir segera evaluasi seluruh kepala OPD, dinas-dinas terkait, apa saja kerja mereka, semua ngaku melayani masyarakat, masyarakat mana yng dilayani," jelasnya.
Disamping itu, Ruslan juga menyinggung soal lemahnya kinerja Dispenda dalam merekrut potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari para pelaku usaha yang kian menjamur di Kota Pekanbaru.
Baca Juga:
"Penduduk makin banyak, pelaku usaha makin banyak, kok makin sedikit pendapatan, jemput bola mengutip PAD ini, kita harus jujur juga mengapa anggaran selalu devisit, jangan mengeruk keuntungan pribadi di dalam situasi memprihatinkan ini," ungkapnya.
Tidak hanya Ruslan, Yose Saputra juga turut mengkritisi soal rencana pembelian mobil dinas di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru tersebut.
"Dengan Kondisi sekarang, APBD yang ada harus tepat guna untuk masyarakat banyak, bukannya memakai untuk bermewah-mewahan para OPD atau pejabat itu sendiri, jadi Walikota harus mengevaluasi rencana itu kembali," imbuhnya.
Sebagaimana diberitakan, Pemerintah Kota (Pemkno) Pekanbaru berencana akan melakukan pembelian mobil dinas baru. Pengadaan mobil dinas baru tersebut, diminta oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pekanbaru.
Pengadaan mobil dinas tersebut, saat ini telah memasuki tahap lelang pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan sedang memasuki masa sanggah hasil lelang dengan nilai HPS Paket sebesar Rp 1.2 Miliar dan nilai pagu paket senilai Rp 2.1 Miliar. (Eza)
Polisi Ringkus Empat Tersangka Penyalahgunaan Narkoba di Tambang
Hukrim
Menjaga Ketahanan Pangan di Ujung Musim, Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Hadir Mengawal Petani Hingga Panen
Lingkungan
Puluhan Anggota TNI Datangi Polsek Bina Widya Pekanbaru, Ada Iringan Lagu Ulang Tahun Hari Bhayangkara
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang a
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya percepatan pembangunan daerah terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Salah satu
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Mantan Chairman Riau Pos Group, Rida K Liamsi, mengaku menjadi korban perlakuan yang tidak adil dari manajemen
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, kembali menggandeng kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluar
Pemerintahan
Sempat menghilang dalam OTT (Operasi Tangkap Tangan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Kuantan Singi
Hukrim
Terdetiksi 254 Hotspot, Pemkab Siak Perkuat Mitigasi Hadapi Super El Nino
Pemerintahan
kabarmelayu.com,JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 10 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Kuantan Si
Hukrim