Kamis, 30 April 2026 WIB

Diperlukan Program Strategis Pulihkan Fungsi Hutan Sebagai Penyangga Kehidupan

Harijal - Selasa, 16 Maret 2021 20:58 WIB
Diperlukan Program Strategis Pulihkan Fungsi Hutan Sebagai Penyangga Kehidupan
Pj. Sekdaprov Riau, Masrul Kasmy

PEKANBARU - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Masrul Kasmy menyampaikan bahwa sangat diperlukan program strategis untuk mempertahankan dan memulihkan fungsi hutan sehingga dapat kembali berfungsi sebagai sistem penyangga kehidupan.

Masrul Kasmy menyebutkan, ia memiliki keyakinan dengan dukungan seluruh elemen, baik kementerian, lembaga, akademisi, sektor swasta, dan para mitra pembangunan di sektor Riau, termasuk IRI Chapter Riau, upaya pengendalian deforestasi dan fenomena perubahan iklim di Riau akan mampu mendukung capaian kinerja rencana aksi Riau Hijau.

"Sinergitas segenap potensi ini tentu diharapkan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat yang berkelanjutan," katanya dalam acara peresmian Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Chapter Riau, di Ballroom Premiere Hotel Pekanbaru, Selasa (16/3/2021).
 
Pj Sekdaprov Riau ini menyebutkan, salah satu tujuan pembangunan Provinsi Riau yang termuat dalam RPJMD Riau 2019-2024 adalah untuk mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan atau yang sekarang disebut sebagai icon Riau Hijau.

Baca Juga:

Ia menuturkan, Riau Hijau pada prinsipnya merupakan konsep pembangunan Riau yang berisi komitmen untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan mengupayakan adanya jaminan keberlanjutan kehidupan yang lebih baik di Bumi Riau ini.

"Di antaranya upaya strategis yang harus ditempuh adalah peningkatan kualitas lingkungan hidup dan perwujudan tata kelola sumber daya termasuk hutan yang berkeadilan seimbang dan berkelanjutan," ucapnya.

Baca Juga:

Masrul Kasmy menambahkan, konsep pembangunan Riau Hijau ini lebih mengedepankan upaya restorasi ekosistem dibandingkan ekstraktif yang dimaksudkan untuk perbaikan tutupan lahan dan daya dukung daerah aliran sungai wilayah hulu. 

Kondisi hutan di wilayah tangkapan air di Riau yang mengalami kerusakan memberikan dampak luas terhadap munculnya berbagai masalah lingkungan, seperti banjir dimusim hujan, kekeringan di masa kemarau, penurunan kualitas air, sedimentasi dan rawan karhutla pada kemarau panjang.

"Makanya diperlukan sinergitas dalam pembangunan Riau Hijau di Riau," tutupnya. (MCR)

SHARE:
beritaTerkait
Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan
Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting
Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru
Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎
komentar
beritaTerbaru