Rabu, 29 April 2026 WIB

Pemprov Riau Bentuk Tim Investigasi Tuntaskan Persoalan Jembatan Pedamaran

Harijal - Senin, 13 September 2021 15:05 WIB
Pemprov Riau Bentuk Tim Investigasi Tuntaskan Persoalan Jembatan Pedamaran
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, SF Harayanto

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau membahas persoalan Jembatan Pedamaran II, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang rusak tiang penyengganya akibat tertabrak kapal ponton beberapa waktu lalu. 

Saat insiden itu kapal ponton tengah mengangkut material proyek jalan Dinas Pekerjaan Umun Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau. 

Dalam rapat yang dipimpin Sekdaprov Riau, SF Hariyanto itu dihadiri Sekda Rohil, Kadis PUPR-PKPP Riau, Kepala Dinas Perhubungan dan Inspektur Riau serta Kabupaten Rohil. 

Baca Juga:

"Rapat ini intinya kita ingin menyelesaikan persoalan rusaknya penyangga Jembatan Pedamaran II secepat mungkin, namun tetap mengacu kepada peraturan perundangan-undangan yang berlaku," kata SF Hariyanto, Senin (13/9/2021). 

Dia mengatakan, karena insiden ini tidak tahu siapa yang bersalah. Karena itu disimpulkan dalam rapat membentuk tim investigasi. Hal ini untuk membuktikan siapa yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut. 

Baca Juga:

"Tim investigasi ini diketuai Inspektur Rohil, dan beranggotakan Inspektur Provinsi Riau dan dibantu Dinas PUPR-PKPP Riau, Komisi Keselamatan Jalan dan Jembatan Nasional (KKJN)," terangnya. 

"Tim ini saya minta hari ini sudah bekerja, terutama membuat surat ke Kementerian PUPR untuk minta bantuan tenaga ahli. Kemudian kita juga minta surat dari Bupati Rohil untuk pembentukan tim investigasi ini," sambungnya. 

Lebih lanjut Sekda menjelaskan, kerusakan tiang penyangga Jembatan Pedamaran ini disebabkan tertabrak kapal ponton yang mengangkut material proyek PUPR-PKPP. Namun ponton tersebut bukan milik PUPR maupun kontraktor proyek. 

"Jadi kontraktor membutuhkan batu untuk proyek jalan PUPR dari Tanjung Balai Karimun. Ngambil batu dari sana sudah termasuk harga pontonnya. Jadi buka ponton milik kontraktor," sebutnya. 

"Makanya kita perlu lakukan investigasi, apakah insiden ini ada unsur sengaja atau kelalaian. Nah kelalaian ini yang kita lihat nanti siapa yang bertanggungjawab di sini. Tim investigasi yang menilai nanti. Untuk itu kita menunggu kesimpulan investigasi, karena kalau kita raba-raba tidak bisa," tambahnya. 

Menjelang tiang jembatan diperbaiki, terlebih jembatan akan dipasang portal. Dengan begitu jembatan tidak bisa dilewati truk tonese besar.

"Jembatan ini untuk sementara masih bisa dilalui dengan muatan maksimum 5 ton. Nanti biar tidak dilewati truk tonase besar kita pasang portal. Kemudian pada pilar 3 dan 5 jembatan nanti dipasang pengaman supaya jangan dilalui kendaraan, karena bagian itu tiang penyangganya sudah hancur," jelasnya. 

"Kemudian, kita menunggu hasil keputusan KKJN kontruksi apa yang bagus dipasang untuk tiang penyangga jembatan, supaya jembatan itu bisa dilalui masyarakat seperti biasa," tukasnya. (MC)

SHARE:
beritaTerkait
RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal
Musrenbang RKPD Riau 2027, DPRD: Tahun Depan Kembali Normal
Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih
Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief: Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
Kepsek SMAN Plus Riau Ingatkan Calon Peserta Didik Lulus SPMB Daftar Ulang Ulang 8-10 Mei 2026
Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia Sabet 4 Medali di British Taekwondo International Open 2026 Manchester, Inggris
komentar
beritaTerbaru