Sabtu, 29 Agustus 2026 WIB

Gubernur Riau Rekomendasikan Beras Nutrizinc Untuk Atasi Stunting

Harijal - Kamis, 07 Oktober 2021 13:56 WIB
Gubernur Riau Rekomendasikan Beras Nutrizinc Untuk Atasi Stunting
Gubernur Riau Syamsuar usai menyerahkan bantuan makanan tambahan bagi anak stunting di Rupat Utara, Bengkalis, Riau, Kamis (7/10/2021).

PEKANBARU - Beras Nutrizinc yang kaya gizi dan kandungan zinc sangat dianjurkan dikonsumsi masyarakat, khususnya untuk pemenuhan gizi seimbang bagi anak stunting.

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar yang menyadari manfaat beras dari varietas padi dari Inpari Nutrizinc ini pun merekomendasikan pemerintah kabupaten/kota untuk membeli beras nutrizinc untuk membantu mengatasi stunting di wilayahnya.

"Kami sedang menyiapkan tanaman padi yang penuh nutrisi yang benihnya diberikan oleh  bersama kementerian pertanian. Beras ini cocok untuk memenuhi gizi anak-anak kita yang stunting," kata Gubri usai menyerahkan bantuan makanan tambahan bagi anak stunting di Rupat Utara, Bengkalis, Riau, Kamis (7/10/2021).

Baca Juga:

Padi tersebut, kata Gubri ditanam di Kabupaten Rokan Hulu dan Kampar, Riau. "Insya Allah tanggal 21 Oktober nanti padi ini sudah panen, lokasinya di Kabupaten Rokan Hulu dan Kampar. Kalau mau pesan berasnya bisa hubungi kami," ungkap Gubri lagi.

Sesuai target pemerintah, lanjut Gubri, angka stunting harus turun 14 persen pada tahun 2024 nanti.

Baca Juga:

"Pemerintah memiliki tugas untuk menurunkan angka stunting dan semua harus ikut mengatasi dan menurunkan angka stunting yang ada di sini sampai tahun 2024, harus turun," jelasnya. (MC)

SHARE:
beritaTerkait
Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare
Dinkes Bersama KONI Pekanbaru dan PMI Riau Bagikan 2000 Masker ke Pengguna Jalan
Peduli Stunting, Kwarcab Pramuka Pekanbaru Salurkan Bantuan di Senapelan
Karhutla di Tembilahan Menjalar Mendekati Pemukiman Warga
Menhut Soroti Penegakan Hukum Kasus Karhutla di Riau, Jikalahari: Belum Ada Korporasi Tersangka
Menhut Tinjau Pemadaman Karhutla Kerumutan
komentar
beritaTerbaru