Minggu, 18 Januari 2026 WIB

Pemkab Siak Matangkan Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu dan Berkelanjutan di Bungaraya

Redaksi - Sabtu, 06 Desember 2025 14:37 WIB
Pemkab Siak Matangkan Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu dan Berkelanjutan di Bungaraya
Pemaparan pemanfaatan sumber air melalui water management system saat rapat di Zamrud Room yang dipimpin Bupati Siak.(Foto: Diskominfo)
kabarmelayu.comSIAK - Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli menegaskan komitmen dalam mematangkan langkah dan mencari solusi atas persoalan air di Bungaraya, sebagai upaya berkelanjutan untuk memastikan pasokan bagi petani.

"Kami mengajak kita semua serius mengatasi persoalan ini. Secara teknis saya mau ada sistem yang bekerja, ada early warning system, bukan manusia yang harus terus mengecek kanal. Kita tidak mau omong-omong saja, tapi harus ada hasil nyata," ujar Bupati Afni, saat memimpin rapat di Zamrud Room, Jumat sore (5/12/2025).

Afni menjelaskan, meski sebelumnya pihak BWS Sumatera III mengatakan bersedia membantu melalui sumur artesi, persoalan di lapangan membutuhkan solusi cepat dan langkah tegas.

Baca Juga:

"Kita harus menyiapkan berbagai cara, karena petani terus menjerit soal kekeringan. Hari ini kita berbagi pengalaman dulu dengan ahlinya. MoU akan kita matangkan dan segera dilakukan," tegasnya.

Ia minta, semua pihak wajib berkolaborasi, termasuk perusahaan, sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Baca Juga:

Bupati menekankan pembentukan tim khusus atau Satgas Pengelolaan Air untuk mendiskusikan langkah lebih lanjut, melibatkan PII, perusahaan di Bungaraya seperti PT Balai Kayang Mandiri, PT Rimba Mandau Lestari, dan PT TKWL, camat serta OPD terkait.

"Kita kejar kolaborasi bersama. Semoga satgas cepat terbentuk agar bisa langsung bekerja sesuai SK Bupati, menghantarkan air ke sawah petani," tambah Afni.

Dalam sesi diskusi, Dewan Penasihat PII Riau sekaligus mantan Kadis PU Siak, Irving Kahar Arifin, membagikan pengalaman mengenai kondisi wilayah yang dulunya rawa lebat dengan banyak air dan sejarah pengaturan aliran dari Tasik Air Hitam.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara pemerintah dan perusahaan, termasuk pengaturan jadwal pembukaan pintu air, pemanfaatan sumber air melalui water management system, dan dukungan pompanisasi untuk memastikan aliran air ke lahan petani.

"MoU bisa menjadi solusi awal untuk kolaborasi. Perusahaan harus ikut mengatur jadwal pembukaan pintu air dan pemanfaatan sumber air. Saran saya, set pompa kedua diserahkan ke Pemkab agar bisa dikelola langsung," jelas Irving.

Langkah ini akan menjadi kunci kolaborasi seluruh pihak terkait dalam mewujudkan pengelolaan air yang harmonis dan bermanfaat bagi semua pihak, termasuk petani, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemkab Siak Bahas Nasib 3.590 Pegawai Non ASN
Produksi Melimpah, Mentan Heran Penyelundupan Beras Masih Marak
Bupati Afni Tinjau Trestle Dermaga KITB yang Ambruk
7 Bulan Pimpin Siak, Bupati Afni Fokus Pemulihan Fiskal
Tegas! Bupati Afni Perintahkan Satpol PP Tindak Tegas Pembuang Sampah Sembarangan
Sebanyak 3.054 PPPK Pemkab Siak Dilantik, Bupati Tekankan Displin
komentar
beritaTerbaru