Kamis, 01 Oktober 2026 WIB

Bupati Herman Tegaskan Posisi tawar dan Standarisasi Harga Kelapa

Riki - Sabtu, 22 Agustus 2026 09:25 WIB
Bupati Herman Tegaskan Posisi tawar dan Standarisasi Harga Kelapa
kabarmelayu.com,INHIL - Aliansi Masyarakat Sipil Bersatu Kabupaten Indragiri Hilir kembali menggelar forum untuk membahas persoalan tata niaga kelapa dan perjuangan petani Inhil, bertempat Kedai Kopitiam Mahkota, Jalan Lingkar 1, Jumat (21/08/206) di Tembilahan.

Dengan mengangkat Tema "Negara Harus Hadir Untuk Keadilan Tata Niaga Kelapa", forum ini menghadirkan Bupati Inhil H. Herman, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna, kerua ikatan petani kelapa rakyat, Zainudin Kasim, dan ketua BPC HIPMI Inhil, Ardiansyah Julor sebagai narasumber.

Bupati H. Herman menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi tawar petani kelapa serta mendorong adanya standarisasi harga komoditas kelapa. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber.

Baca Juga:

Dalam forum tersebut, Bupati H. Herman menyampaikan bahwa tata niaga kelapa harus memberikan manfaat yang lebih adil bagi petani sebagai pihak yang berada di hulu. Menurutnya, petani kelapa tidak boleh terus berada pada posisi yang lemah dalam menentukan harga hasil produksinya.

"Petani harus memiliki posisi tawar yang kuat. Harga kelapa harus memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi petani, sehingga kesejahteraan mereka dapat meningkat," tegas Bupati Herman.

Baca Juga:

Ia menilai, standarisasi harga menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan tata niaga kelapa yang lebih sehat dan berkeadilan. Dengan adanya standar harga yang jelas, diharapkan tidak terjadi disparitas harga yang merugikan petani di tingkat produksi.

Bupati Herman juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membenahi rantai perdagangan kelapa. Konsolidasi antarpihak dinilai diperlukan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab persoalan yang selama ini dihadapi petani.

"Pemerintah harus hadir memastikan tata niaga berjalan secara adil. Kita ingin ada mekanisme yang transparan, harga yang wajar, dan petani mendapatkan bagian yang layak dari nilai ekonomi komoditas kelapa," ujarnya.

Forum Konsolidasi Perjuangan Rakyat untuk Keadilan Tata Niaga Kelapa menjadi ruang untuk menyatukan aspirasi dan memperkuat perjuangan petani dalam memperoleh tata niaga yang lebih berpihak. Berbagai persoalan mulai dari harga, rantai distribusi hingga posisi petani dalam perdagangan kelapa menjadi bagian penting dalam pembahasan.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Herman Hadiri RUPS-LB Bank Riau Kepri Syariah di Pekanbaru
MTQ ke-47 Tempuling Resmi Dibuka, 83 Peserta Siap Berkompetisi
Gerakan Jumat Bersih, Sekda Inhil Gotong Royong Bersama di Area Islamic Center Tembilahan
Puncak HAN 2026, Bupati Herman Kukuhkan Forum Anak Inhil Periode 2026–2028
Bank Sampah Didorong Jadi Gerakan Nyata di Tengah Masyarakat Inhil
Bupati Herman: Seluruh Dusun di Inhil Harus Teraliri Listrik
komentar
beritaTerbaru