Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Hari Santri Nasional, LPPH Unisi Roadshow ke Madrasah-madrasah di Inhil

Harijal - Sabtu, 22 Oktober 2016 18:52 WIB
Hari Santri Nasional, LPPH Unisi Roadshow ke Madrasah-madrasah di Inhil
goriau.com
LPPH Unisi berfoto bersama santri, usai kunjungan ukhuwah dalam rangka Hari Santri Nasional ke-2 Tahun 2016 di salah satu Madrasah di Kecamatan Batang Tuaka, Sabtu (22/10/2016).

TEMBILAHAN, kabarmelayu.com - Menyelami makna Hari Santri Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 22 Oktober, Lembaga Pengembangan Promosi dan Humas (LPPH), Universitas Islam Indragiri (Unisi) mengunjungi madrasah-madrasah yang tersebar di Inhil, Sabtu (22/10/2016).

Pada kegiatan yang mengusung tema "Dari Santri untuk Indonesia" ini, LPPH Unisi berkunjung ke 10 madrasah, yaitu MAN Tembilahan, MA Daarul Rahman Tempuling, MA Ponpes Sabilal Muhtadin Tembilahan, MA PPTH Tembilahan, MA Nurul Jihad Tembilahan, SMA Muhammadiyah Tembilahan, Ponpes Al-Rasyid Simpang Jaya, MA Nurul Huda, MA Miftahul Huda Sungai Luar dan SMK Farmasi "boarding school" Indra Adnan College Tembilahan.

Acara anjangsana yang agak unik ala LPPH Unisi, diisi dengan acara bernuansa ukhuwah islamiyyah diantaranya temu ramah, kultum singkat seputar indahnya silaturrahmi, pemberian cendramata dan pemberian piagam penghargaan untuk madrasah yang dikunjungi atas sukses terlaksananya anjangsana islami.

Baca Juga:

Tujuan dari kegiatan ini untuk mewujudkan sinergi dan merekatkan hubungan yang baik antara Unisi dengan lembaga-lembaga sekolah khususnya madrasah, agar kedepan lebih banyak lagi kerjasama yang bisa dilakukan untuk kemajuan pendidikan di daerah.

Rektor Unisi melalui Ketua LPPH, Rosdianto SE, M.Si dalam sambutannya mengatakan setelah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 bahwa setiap tanggal 22 Oktober merupakan Hari Santri Nasional, Unisi pun melakukan kegiatan "ukhuwah" berupa kunjungan/anjangsana ke sekolah sekolah yang berlebel madrasah, baik berbasis boarding school (mondok/pesantren) maupun madrasah formal (non mondok).

Baca Juga:

Ia melanjutkan, santri tidak lagi diartikan sempit, yang hanya diartikan untuk pelajar yang menuntut ilmu dengan sistem tinggal di pondok/asrama sekolah, tapi arti santri itu justru luas, dimana untuk semua pelajar yang tingkah lakunya sopan santun serta tawaddu' jiwa dan ketaatannya tak ubahnya santri yang mondok, itulah jsantri yang sebenarnya,'' ujar Rosdianto.

"Selaku mitra sejawat antara Perguruan Tinggi dan sekolah yang sama'sama bergerak di bidang pendidikan, kita ingin dalam mengemban misi pendidikan ini, kita dapat bersinergi dan bekerjasama sehingga tercipta hubungan saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme,'' tukas pria yang akrab disapa didi itu.***

 

(goriau.com)    

 

SHARE:
beritaTerkait
Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
Polres Kampar Tertibkan PETI di Aliran Sungai Subayang, 3 Rakit Diamankan
Sekda Inhil Pimpin Gotong Royong Gerakan Jumat Bersih
Api Masih Menyala di Tanjung Kapal, Alat Berat Dikerahkan
Jumlah Lulusan SMP/MTs di Riau 103 Ribu, Daya Tampung SMA/SMK 122 Ribu
komentar
beritaTerbaru