Minggu, 05 Juli 2026 WIB

Ketua Gugus Soal Rapid Test Siswa dan Guru: Tak Semua, Mahal

Harijal - Senin, 15 Juni 2020 20:54 WIB
Ketua Gugus Soal Rapid Test Siswa dan Guru: Tak Semua, Mahal
(CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan).
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo.

JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Doni Monardo menyatakan pihaknya bisa membiaya rapid test kepada siswa maupun guru sekolah. Namun karena biaya yang mahal, maka tak semua tes ditanggung.

"Kalau semua warga [sekolah] dilakukan rapid test rasanya tidak mungkin, karena biaya sangat mahal," ujarnya melalui konferensi video, Senin (15/6).

Doni mengatakan biaya tes terkait virus corona akan sangat mahal karena jumlah siswa dan guru di Indonesia sangat banyak. Sehingga pemerintah tak mungkin menanggung biayanya.

Baca Juga:

Namun, lanjut Doni, pihaknya bersedia membantu beberapa sekolah atau daerah tertentu untuk rapid test atau bahkan tes polymerase chain reaction (PCR) terhadap siswa ataupun guru.

"Kalau untuk sampel beberapa siswa sangat mungkin. Kami bersama Pak Menkes dengan senang hati menyiapkan rapid test, termasuk sewaktu-waktu PCR," tambahnya.

Baca Juga:

Namun ia tak menjelaskan lebih lanjut kriteria daerah, sekolah maupun siswa yang bisa melakukan rapid test dengan bantuan pemerintah.

Diketahui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memutuskan membuka sekolah di zona hijau. Ini boleh dilakukan dengan beberapa syarat yang telah ditentukan.

Sebelumnya banyak pihak yang menyuarakan pemerintah harus melakukan rapid test jika sekolah dibuka. Saran ini datang dari orang tua, pengamat, sampai guru.

Nindi (38), ibu dari dua anak berusia 10 tahun dan 7 tahun di Bekasi, Jawa Barat, menilai rapid test seharusnya dilakukan bersamaan dengan kebijakan pembukaan sekolah.

"Sekolah atau pemerintah mungkin harus nyediain untuk [rapid] test. Mau nggak mau lah harus korban uang pemerintah," tuturnya, Rabu (27/5).

Pengamat pendidikan dari Universitas Yarsi, Fasli Jalal juga menyatakan pemeriksaan corona jadi salah satu syarat yang menurutnya penting dalam pembukaan sekolah.

"Sebagian besar siswa kita, dosen, tenaga pendidikan harus dites dan jangan sampai ada masalah biaya di sana [pemeriksaan]," ujarnya melalui konferensi video, Jumat (15/5). 


(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua  Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal
Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah
Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah
Wabup Inhil Hadiri Penutupan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Juara Kedua
Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau, Wabup Syamsurizal: Terus Tingkatkan Prestasi
Penyelundupan 652 iPhone Ilegal via Pelabuhan Bengkalis Digagalkan
komentar
beritaTerbaru