Minggu, 05 Juli 2026 WIB

Kemendikbud Respons Muhammadiyah-NU Mundur Program Penggerak

Harijal - Rabu, 22 Juli 2020 21:07 WIB
Kemendikbud Respons Muhammadiyah-NU Mundur Program Penggerak
(ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Ilustrasi.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan menghormati keputusan peserta, dalam hal ini Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah dan LP Ma`arif Nahdlatul Ulama (NU) yang mundur dari program Organisasi Penggerak.

"Kami menghormati setiap keputusan peserta program Organisasi Penggerak. Kemendikbud terus menjadi komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak," kata Kepala Biro Humas dan Kerjasama Kemendikbud Evy Mulyani melalui keterangan tertulis, Rabu (22/7).

Ia menjelaskan Program Organisasi Penggerak dibuat dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan. Organisasi Penggerak merupakan program pelatihan yang melibatkan organisasi masyarakat.

Baca Juga:

Bagi organisasi masyarakat yang lolos program tersebut, bakal diberikan dana mulai Rp1 miliar sampai Rp20 miliar untuk melakukan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah.

Dalam hal ini, Evy menegaskan bahwa program tersebut merupakan kolaborasi pemerintah dengan komunitas pendidikan di seluruh Indonesia. Kemendikbud pun tak ikut campur dalam tahapan seleksi.

Baca Juga:

Seleksi dilakukan oleh lembaga independen, yakni SMERU Research Institute. Lembaga tersebut melakukan seleksi dengan mempertimbangkan isi proposal rencana pelatihan yang disampaikan ormas calon peserta.

"SMERU Research Institute menggunakan metode evaluasi double blind review dengan kriteria yang sama untuk menjaga netralitas dan independensi. Kemendikbud tidak melakukan intervensi terhadap hasil tim evaluator," tambahnya.

Sebelumnya program Organisasi Penggerak menuai kritik karena diduga meloloskan lembaga tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, yakni Yayasan Putera Sampoerna dan Yayasan Bhakti Tanoto.

Menurut data organisasi masyarakat yang lolos evaluasi proposal, Yayasan Putera Sampoerna lolos pada kategori Macan dan Gajah. Sedangkan Yayasan Bhakti Tanoto lolos pada kategori gajah sebanyak dua kali. Pertama untuk pelatihan guru SMP, dan kedua untuk guru SD.

Menyusul kabar tersebut, sejumlah ormas yang juga lolos memutuskan mundur dari program Organisasi Penggerak. Salah satunya Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah Kasiyarno bahkan menduga ada ormas yang dinilai tidak kompeten dan lolos program tersebut.

"Ada laporan dan informasi yang mengatakan, dilihat dari nama-nama ada beberapa yang tidak kompeten. Kantor enggak punya, apalagi staff, program juga gak jelas," kata dia di Gedung Pusat Muhammadiyah, Rabu (22/7).

Langkah Muhammadiyah itu diikuti oleh Lembaga Pendidikan (LP)Ma'arif Nahdlatul Ulama.

Ketua LP Ma`arif NU Arifin Junaidi dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (22/7), menjelaskan alasan mundur karena hasil seleksi calon organisasi penggerak tidak mencerminkan konsep dan kriteria organisasi penggerak yang jelas.

"Sehingga tidak ada pembeda dan klasifikasi antara lembaga CSR dengan lembaga masyarakat yang layak dan berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah," ucap dia.

(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua  Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal
Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah
Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah
Wabup Inhil Hadiri Penutupan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Juara Kedua
Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau, Wabup Syamsurizal: Terus Tingkatkan Prestasi
Penyelundupan 652 iPhone Ilegal via Pelabuhan Bengkalis Digagalkan
komentar
beritaTerbaru