Kamis, 06 Agustus 2026 WIB

E.E Mangindaan: Kita Harus Siap Hadapi Abad Pasifik

Harijal - Rabu, 02 November 2016 14:17 WIB
E.E Mangindaan: Kita Harus Siap Hadapi Abad Pasifik
goriau.com
E.E Mangindaan: Kita Harus Siap Hadapi Abad Pasifik

MANADO, kabarmelayu.com - Berbicara dalam seminar yang digelar di Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, 2 November 2016, Wakil Ketua MPR E.E. Mangindaan mengatakan, Gubernur Pertama Sulawesi Utara Sam Ratulangi sudah menyatakan bahwa pada Abad XXI bangsa Indonesia akan menghadapi Abad Pasifik.

Maka dari itu, Mangindaan berpesan agar kita (Bangsa Indonesia, red) bersiap diri menyambut atau menghadapi abad pasifik tersebut.

"Ternyata pikiran Sam Ratulangi yang sudah dinyatakan sejak dulu benar adanya, saat ini kita akan menghadapi Abad Pasifik," ujar Mangindaan.

Baca Juga:

"Sam Ratulangi itu seorang visioner," tambahnya.

Dalam menghadapi Abad Pasifik, posisi Sulawesi Utara merupakan wilayah yang langsung berhadapan dengan kawasan pasifik. Untuk itu Mangindaan berharap apa yang ada di Sulawesi Utara harus diberdayakan dalam menghadapi Abad Pasifik.

Baca Juga:

Dirinya senang ketika Pemerintah Sulawesi Utara sering mengadakan kerja sama dengan Universitas Sam Ratulangi dalam menghadapi masa depan Sulawesi Utara khususnya dalam menghadapi Abad Pasifik.

Saat dirinya menjadi Gubernur Sulawesi Utara, Mangindaan mempunyai keinginan agar Manado dan Bitung dijadikan gateaway, pelabuhan internasional, dalam menyongsong era Abad Pasifik. "Karena provinsi ini di bibir Pasifik," ujarnya.

Dihadapan akademisi dan mahasiswa yang mengikuti seminar itu, dirinya sudah mendengar para akademisi di universitas dan provinsi itu menulis tentang Pasifik. Dari tulisan itu perlu dicari mana leading sector yang perlu dikembangkan.

"Mari kita kembangkan. Konsep yang ada harus diimplementasikan," tukasnya.

Bahkan menurut Mangindaan, konsep pembangunan Sulawesi Utara dalam menghadapi Abad Pasifik bisa diajukan ke Presiden karena Manado-Bitung merupakan kawasan yang akan dikembangkan sebagai kawasan ekonomi.

Mangindaan mengungkapkan, bila konsepnya dulu menjadikan Manado-Bitung sukses dijadikan pelabuhan internasional maka pelabuhan itu akan mampu menggeser pelabuhan di Singapura.

"Hal inilah yang tak disukai oleh Singapura. Untuk itulah hal-hal semacam ini harus dipikirkan termasuk dampaknya terhadap Filiphina. Mereka harus diajak bersinergi," pungkas Mangindaan. ***    

 


(goriau.com)

SHARE:
beritaTerkait
Terseret Arus, Seorang Remaja Dilaporkan Tenggelam di Sungai Siak
Petani di Pelalawan Diserang Beruang Liar
Pemko Pekanbaru Masifkan Sosialisasi Bahaya LGBT dan HIV AIDS Bagi Siswa
Perkuat Kepemimpinan Perempuan, 30 Guru SMA-SMK di Yogyakarta Ikuti Pelatihan Kepemimpinan
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab dan Karang Taruna Desa Senama Nenek Siap Sukseskan Perayaan HUT ke-81
Polsek Kandis Lakukan Pengecekan Rutin Tanaman Jagung untuk Ketahanan Pangan
komentar
beritaTerbaru