Minggu, 05 Juli 2026 WIB

Kadisdik Wajibkan 25 Persen Guru Hadir di Sekolah

Harijal - Senin, 19 Oktober 2020 17:00 WIB
Kadisdik Wajibkan 25 Persen Guru Hadir di Sekolah
Kadisdik Kota Pekanbaru, DR Ismardi Ilyas

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Kabar adanya salah satu sekolah di wilayah pinggiran kota Pekanbaru yang gurunya tidak pernah nongol di sekolah selama Covid-19, menuai tanggapan dari Dinas pendidikan (Disdik) kota Pekanbaru.

Kepala Disdik Pekanbaru DR Ismardi Ilyas menegaskan, 25 persen dari jumlah guru setiap sekolah, wajib hadir guna memberikan pelayanan, ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (19/10/20).

"Walaupun mereka tidak masuk ke kelas, namun mereka harus hadir 25 persen dari jumlah guru yang ada di sekolah tersebut. Mereka kan wajib mengajar. Kalaupun sebagian guru  dirumah, namun mereka harus tetap mengajar. Dan itu, terus kita evaluasi", tegas Kadisdik.

Baca Juga:

Ia menjelaskan bila kondisi covid sudah membaik maka kehadiran guru di sekolah ada ditingkatkan. Misalnya 50 persen atau 100 persen ucapnya.

Menyinggung kekosongan sebagian kepala sekolah, Ismardi mengaku sudah diisi dengan menunjuk Plt.

Baca Juga:

"Untuk kepala sekolah defenitif kita masih menunggu asessment. Dari hasil asessment itu nantinya baru bisa ditunjuk pejabat defenitifnya setelah diketahui Walikota", ujarnya.

Kemungkinan adanya mutasi kepala sekolah tahun ini kata Ismardi, bisa saja dan bisa juga tahun depan. Yang penting asesment dulu, katanya.

Ia mengatakan, bedasarkan evaluasi sistim belajar mengajar selama Covid-19, sebagian peserta didik terlalu terbebani dengan tugas yang diberikan guru. Sementara kondisi peserta didik kondisinya tidak terlalu baik.

"Anak-anak steres, orangtua steres karena adanya PR. Juga masalah jaringan seperti yang saya sampaikan sebelum-sebelumnya seperti SDN 145 di Tenayan Raya. Disana 35 persen tidak punya handphone", ucapnya.

Ismardi pun memastikan bahwa target Kurikulum 2013 (K13) semua sekolah di Indonesia tidak akan tercapai.

"Namanya K13 itu ndak bisa. Sekarang ini targetnya minimalis", katanya.

Target minimalis dimaksud kata Ismardi yaitu, pembelajaran jangan sampai kosong. Mereka tetap bisa belajar namun jangan terlalu berat.

"Begini ya, kalau bisa gunakan K13. Kalau ndak, kurikulum yang sudah direvisi. Sesuaikan dengan keadaan sesuai edaran Menteri", imbuhnya. (fin)

SHARE:
beritaTerkait
Keanggotaan Dicabut, Dahari Kembalikan KTA PWI
Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua  Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal
Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah
Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah
Wabup Inhil Hadiri Penutupan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Juara Kedua
Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau, Wabup Syamsurizal: Terus Tingkatkan Prestasi
komentar
beritaTerbaru