Minggu, 03 Mei 2026 WIB

Tanamkan Sikap Mandiri, Siswa SMPN 16 Pekanbaru Harus Optimis

Harijal - Rabu, 04 November 2020 16:42 WIB
Tanamkan Sikap Mandiri, Siswa SMPN 16 Pekanbaru Harus Optimis
Kepala SMPN 16 Pekanbaru, Arbaiyah SPd

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Selain prestasi lulusan SMPN 16, diharapkan mampu hidup mandiri, jujur, bertanggungjawab, dan cerdas dalam menghadapi segala kondisi.

Hal ini disampaikan Kepala SMPN 16 Pekanbaru, Arbaiyah SPd, saat dikonfirmasi seputar obsesi yang ingin ia capai dalam mendidik siswa, Rabu (4/11/20).

"Pinginnya saya itu maunya lulusan SMPN 16 itu mandiri, jujur dan bertanggungjawab. Karena di dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari, itu sangat penting. Cerdas menghadapi keadaan dalam menghadapi kondisi apapun" ujarnya.

Baca Juga:

Ia mengatakan meski nantinya dirinya tak lagi di SMPN 16, ia berpesan agar siswanya jangan merasa rendah diri, melainkan punya rasa optimis.

"Pada umumnya orangtua siswa sini banyak tak mampu. Meski begitu jangan merasa rendah diri, rendah hati boleh. Kalau rendah diri nggak ada kepercayaan diri, nggak ada kemandirian dalam hidup. Harus selalu berpikiran positif. Walaupun orang tua tidak mampu, kita harus optimis dalam hidup," tuturnya.

Baca Juga:

Sementara itu terkait Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama covid-19 kata Arbaiyah, SMPN 16 tetap memberlakukan sistim piket terjadwal.

"Untuk piket sekarang misalnya, datang ke sekolah itu bergiliran,  satu hari 7 orang. Namun kalau kepala sekolah, staf TU, bidang kurikulum tetap datang," ucapnya.

Arbaiyah mengatakan, mengingat mayoritas guru SMPN 16 Pekanbaru berusia 50 tahun keatas, tentunya harus dilakukan secara bergiliran plus TU 3 orang. TU ini untuk melayaji surat-surat masuk, ucapnya.

Ia mengatakan, meski tanpa siswa namun sebelum melakukan aktivitas pihaknya mewajibkan semja guru dan staf mengaji selama 1 jam.

"Sebelum pekerjaan dimulai kami mengaji dulu, kita berdoa kepada Allah, kita lakukan dulu untuk akhirat baru dunia. Jadi dengan begitu ada ketenangan jiwa masing-masing dalam bekerja. Dengan jiwa yang tenang dan pikiran sehat, pikiran positif. Sedangkan bagi non muslim membaca Alkitab," ucapnya.

Arbaiyah menceritakan, sistim PJJ awalnya guru sedikit kewalahan. Namun seiring dengan perjalanan waktu akhirnya guru bisa melakukan aktifitas PJJ seperti biasa.

Sementara siswa yang tidak aktif dalam PJJ, pihaknya meminta guru bidang study memanggil orang tua. Hingga akhirnya diketahui bahwa orangtua siswa SMPN 16 mayoritas ekonomi menengah ke bawah. Hal ini terbukti dari sejumlah orangtua siswa yang hanya memiliki 1 android dalam 1 keluarga.

Alhasil, meski PR yang diberikan kepada peserta didik terlambat diserahkan ke sekolah, Arbaiyah meminta guru agar tetap menerima, ujarnya. (fin)

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru