Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masih terus menggodok kurikulum baru yang rencananya diterapkan pada tahun ajaran 2022. Aplikasi web pun disiapkan untuk mempermudah penerapannya.
Sebelumnya, Kemendikbud menyebut sempat menargetkan uji coba kurikulum baru ini pada 2021.
Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Maman Fathurrohman mengatakan hingga kini pembahasan masih berlangsung di tim internal.
Baca Juga:
Ia mengatakan kurikulum baru yang tengah disiapkan itu kelak bisa diakses secara online dan terintegrasi. Kendati begitu, Maman belum merinci teknis penerapannya.
"InsyaAllah akan dipersiapkan portal kurikulum berbentuk aplikasi web," kata Maman kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Rabu (11/11).
Baca Juga:
Menurut Maman, aplikasi atau situs khusus itu dimaksudkan agar implementasi kurikulum baru nantinya lebih mudah dilaksanakan.
Ia ingin kurikulum baru tersebut memandu pengajaran guru agar bisa berbasis pada kemampuan masing-masing siswa. Aplikasi kurikulum ini disebut bakal membantu pemetaan dan penerapan konsep tersebut.
Namun Maman belum bisa menjelaskan detail mekanisme penggunaan aplikasi kurikulum. Ia hanya mengatakan penjelasan spesifik bakal disampaikan setelah semuanya rampung digodok oleh pihak internal.
"Semoga nanti ada pemberitahuan lebih lanjut tentang ini. Tim teknis sedang bekerja mewujudkannya dengan melihat dan referensi pada berbagai hal," kata dia.
Kendati kurikulum nantinya bakal berbasis daring, tapi ia menekankan bahwa pembelajaran kurikulum baru pada pendidikan dasar dan menengah tetap mengutamakan tatap muka.
Mengingat kata dia, pembelajaran daring yang sementara ini tengah diterapkan selama pandemi Covid-19, belum sesuai jika dijadikan moda utama untuk pendidikan di tingkat dasar dan menengah.
"Belajar daring lebih sesuai untuk perguruan tinggi. Pada perguruan tinggi kemungkinan pembelajaran daring bisa berkelanjutan," jelasnya.
"Untuk sekolah, PAUD, SD, SMP, SMA sederajat, pembelajaran daring lebih bersifat melengkapi sesuai kebutuhan," tambah dia lagi.
Sebelumnya, wacana kurikulum baru sempat menuai kritik lantaran dianggap tertutup dan tak melibatkan publik. Kendati demikian, pihak kemendikbud mengklaim pembahasan kurikulum sudah dilakukan melalui diskusi terbuka dan setransparan mungkin.
Sempat muncul pula polemik pembahasan mengenai kurikulum baru sempat mengemuka di kalangan publik lantaran isu bahwa Sejarah akan dihapus dari mata pelajaran wajib di SMA dan SMK.
(CNNIndonesia.com)
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemerintahan
Aksi Hardiknas Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Peristiwa
kabarmelayu.comJAKARTA Indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di Asia Tenggara, bahkan sampai diminta negara tetangga untuk membantu m
Article
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comINHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini S.Sos, M.Si menghadiri Rapat Paripurna Ke 7 DPRD Kab. Inhil Masa Persidan
Pemerintahan
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen