Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
KAMPAR-Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Tapung Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar berupaya memotivasi siswa-siswinya dalam belajar di masa PTM saat ini. Selama hampir setahun tak melaksanakan tatap muka di sekolah, tentu banyak perubahan yang terjadi pada anak didik.
Widyawati, S.Pd, Kepala SMPN 5 Tapung kepada media menjelaskan, saat ini sekolahnya telah efektif melaksanakan PTM dan berinteraksi langsung di sekolah. Namun keadaannya tentu berbeda dengan pelaksanaan tatap muka di masa normal sebelum terjadi pandemi.
"Oleh karena itu, perlu kita memotivasi anak murid untuk belajar. Di mana selama ini mereka belajar secara daring dan luring di rumah tanpa interaksi langsung dengan guru. Dalam waktu sekian lama berada di lingkungan luar sekolah, tentu berpengaruh terhadap karakter anak, khususnya kedisiplinan," kata Widyawati.
Baca Juga:
Pihak wali murid disampaikan lagi sangat mendukung pelaksanaan tatap muka di sekolah ini. Selama belajar daring dan luring, umumnya orang tua mengeluh karena tak bisa maksimal memantau belajar anak. Sebagai bentuk persetujuan, wali murid telah menyerahkan surat persetujuan dilaksanakannya PTM yang ditandatangani dengan materai.
Sebagaimana SK Bupati Kampar yang dikuatkan dengan edaran Disdikpora Kampar, SMPN 5 Tapung juga telah bekerja sama dengan tim kesehatan dari Puskesmas setempat. Di mana tim telah memantau pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah ini serta membuat MoU pelaksanaan protokol kesehatan. "Insyaa Allah semua persyaratan di surat edaran telah kita lengkapi," tambah Widyawati.
Baca Juga:
PTM di SMPN 5 Tapung dimulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00 WIB dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Pihak guru memantau anak dalam melaksanakan protokol kesehatan, khususnya lagi dengan menjaga jarak antar individu di sekolah.
Dengan dilaksanakannya tatap muka, guru bisa langsung berinteraksi dengan siswa sehingga kemampuan siswa dapat terukur dan terpantau.
"Dengan keterbatasan ini, baik keterbatasan jam pelajaran dan situasi saat ini, sekolah kita akan memaksimalkan kemampuan dan potensi yang ada untuk mendapatkan hasil yang maksimal," papar Widyawati lagi.(Andi)
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemerintahan
Aksi Hardiknas Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Peristiwa
kabarmelayu.comJAKARTA Indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di Asia Tenggara, bahkan sampai diminta negara tetangga untuk membantu m
Article
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comINHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini S.Sos, M.Si menghadiri Rapat Paripurna Ke 7 DPRD Kab. Inhil Masa Persidan
Pemerintahan
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen