Minggu, 05 Juli 2026 WIB

Kadisdik Riau Hadiri Rakorda Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori 35 plus

Harijal - Kamis, 04 Februari 2021 14:59 WIB
Kadisdik Riau Hadiri Rakorda Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori 35 plus
istimewa

PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Zul Ikram mewakili Gubernur Riau Syamsuar menghadiri Rakorda Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (GTKHNK) 35 plus Provinsi Riau yang di Aula Hotel Fave Kota Pekanbaru, (4/2/2021).  

"Inikan keinginan dari guru honorer, ya mudah mudahan usaha dan do`a nya bisa terwujud, intinya seperti itu. Pengurus GTKHNK 35+ ini sudah melakukan beberapa kali rakor termasuk audiensi dengan beberapa pejabat di Provinsi Riau dan Nasional dan apa yang bisa kita Bantu minimal pendampingan, kita bantu doakan apa yang menjadi cita-cita kita bersama bisa tercapai, dan yang terpenting perjuangan harus sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak mengabaikan Pendidikan di sekolah," ungkap Kadisdik Riau, Zul Ikram.

Sementara itu Ketua GTKHNK 35+ Provinsi Riau, Desy Qadarsih menjelaskan perjuangan ini merupakan kelanjutan dari Rakornas 20 Februari 2020 lalu yang sudah menyatukan visi tekad bersama se Indonesia dengan tuntutan sangat jelas agar pemerintah memperhatikan menjadikan Guru Honor yang sudah mengabdi belasan dan puluhan tahun untuk dijadikan PNS tanpa tes," ujar Desy Qadarsih.

Baca Juga:

Lebih lanjut Desy Qadarsih menerangkan, untuk Provinsi Riau saja jumlah tenaga honorer dan tenaga pendidikan yang sudah tergabung ke dalam GTKHNK 35+ sudah mencapai 5.640 orang dengan pengurus dua belas Kabupaten Kota. 

"Pengabdian kawan-kawan guru honorer dan tenaga Kependidikan yang tergabung di GTKHNK 35+ usianya sudah di atas 35 tahun dengan  masa pengabdian di atas 10 tahun sebagai guru honorer. Masalah bagi kita karena tidak bisa ikut test PNS karena terbentur Pengaturan UU maksimal hanya untuk 35 tahun dan guru honorer ini tidak terdaftar dalam K2 atau tergolong non Kategori, sementara pengabdian sebagai Guru Honorer sudah sangat lama," terang Desy.

Baca Juga:

Desy Qadarsih menambahkan perjuangan guru honorer dan tenaga Kependidikan di Riau tetap berupaya untuk mendapatkan Surat Keputusan Presiden agar bisa menjadi ASN tanpa tes. 

"Kita sudah berkomunikasi dengan Komisi 10 DPR RI mengenai anggaran dan komisi 2 DPR RI, termasuk Ketua Komisi 2 Syamsurizal pada rapat dengar pendapat 8 Desember 2020 yang lalu. Selain itu kita juga sudah bertemu dengan Kepala Staf Presiden  Moeldoko dan Menpan RB dan Kemendikbud, bahkan sudah mendapat surat balasan dari Mensesneg dengan tembusan ke Menpan-RB. Perjuangan ini semua bertujuan semua guru honor di Riau benar benar mendapatkan kesejahteraan yang layak," pungkasnya. 

Turut hadir dalam Rakorda ini Anggota DPR RI Asal Riau Syamsurizal dan Andi Rachman secara Virtual dan Anggota DPRD Riau Ade Hartati.(MCR)

SHARE:
beritaTerkait
Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Gerebek Dua Tersangka Narkoba di SM Amin
Keanggotaan Dicabut, Dahari Kembalikan KTA PWI
Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua  Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal
Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah
Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah
Wabup Inhil Hadiri Penutupan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Juara Kedua
komentar
beritaTerbaru