Prabowo Hadir di Riau, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau kecewa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau mendesak presiden Prabowo memecat Pangdam dan Kapolda yang tak bisa mem
Lingkungan
JAKARTA, kabarmelayu.com - Usulan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy terkait moratorium ujian nasional (UN) didukung penuh oleh Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Terkait hal itu, FSGI pun menyodorkan delapan alasan. Alasan pertama, UN tidak terbukti meningkatkan kualitas pendidikan, seperti klaim Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Mereka menilai, secara pedagogis UN membuat pembelajaran dan pengajaran menjadi kering. "Kebijakan penilaian pendidikan sebaiknya diserahkan guru dan sekolah. Sementara pemerintah punya tanggung jawab mengembangkan kapasitas guru dalam mengajar dan menilai, sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan otentik," tutur Sekeretaris Jenderal FSGI Retno Listyrti, Senin (12/12/2016).
Alasan kedua, tidak mungkin dibuatkan soal UN berindikator sama di seluruh wilayah Indonesia mengingat standar pendidik minimal strata satu dan belum memadainya sarana prasarana pendidikan. Retno menambahkan, alasan ketiga, yakni memaksakan diri menyelenggarakan UN berstandar soal dengan indikator yang sama adalah perbuatan tidak berkeadilan.
Baca Juga:
Menurutnya, hal itu sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 66 ayat dua. "Keempat, sebagian besar guru Indonesia tidak bangga dengan hasil UN yang diraih anak didiknya," tuturnya pesimistis.
Dia mengakui alasan tersebut bukannya tanpa sebab. Hal itu terjadi, kata dia, lantaran mereka telah melihat dan mendengar sendiri proses penyebaran kunci jawaban antar siswa, bocornya soal, dan terlalu banyak pihak berkentingan dengan hasil UN. Sementara alasan kelima, hasil UN yang diharapkan adalah sebuah pemetaan mutu program atau satuan pendidikan.
Baca Juga:
Akan tetapi, ternyata fakta yang didapat kemudian adalah pemetaan ketidakjujuran berbagai pihak. Alasan keenam, lanjutnya, sepanjang UN dilaksanakan dengan rantaian yang panjang dari pusat ke daerah, peluang bocornya soal semakin besar. Maka dari itu, penyebaran kunci jawaban antarsiswa sulit dibendung.
Hal itu seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi belakangan ini. Dia melanjutkan, alasan ketujuh, yakni UN yang dijadikan sebagai penentu kelulusan peserta didik akan menjadi faktor pendorong banyak pihak untuk tidak jujur. Dikatakannya, dalam pola pikir masyarakat sudah terbentuk dua pilihan mengenai UN.
Ditegaskannya, pilihan itu, yakni jujur tapi tidak lulus atau tidak jujur tapi lulus. "Kedelapan, melalui UN yang pelaksanaannya tidak obyektif dan mutu kompetensi lulusan diragukan, maka biaya penyelenggaraannya sebesar ratusan miliar yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak sebanding dengan harapan kepastian pengukuran mutu dan pencapaian tujuan pendidikan yaitu, mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat," tuntasnya.
(riaupos.co)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau mendesak presiden Prabowo memecat Pangdam dan Kapolda yang tak bisa mem
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di Kota Pekanbaru memburuk dan dalam kualitas tidak sehat. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Cuaca di Provinsi Riau pada Selasa (25/8/2026) diprakirakan cukup dinamis. Hujan ringan hingga sedang berpotensi
Lingkungan
kabarmelayu.com,KUANSING Festival Pacu Jalur (FPJ) dalam rangkaian Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 resmi ditutup. Penutupan berlangsung
Budaya
Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumatera Selatan
TNI/Polri
KemnakerJICA Perkuat Kualitas dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang
TNI/Polri
Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Article
Kapolres Pelalawan Pimpin Anev Penanggulangan Bencana Karhutla di Kerumutan
Lingkungan
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga KeluhkanbJalan Poros Dusun 4 Portal Kecamatan XIII Koto Kampar yang Rusak Parah
Peristiwa
Berjibaku Melawan Karhutla di Kerumutan, Tim Gabungan Bangun Embung, Penyekatan dan Water Bombing
Lingkungan