Sabtu, 13 Juni 2026 WIB

Cabor Potensial, Pengembangan Petanque di Kampar Perlu Dukungan

Andi - Selasa, 19 November 2024 14:07 WIB
Cabor Potensial, Pengembangan Petanque di Kampar Perlu Dukungan
Kepala UPT SMPN 1 Siak Hulu bersama pelatih petanque, Jumadi.(Foto: Andi)
KAMPAR - Sebagai olahraga yang masih tergolong baru dikenal oleh masyarakat, Petanque diakui sedikit kurang diterima orang tua siswa. Padahal, cabor asal Prancis ini sangat potensial menjadi ajang prestasi dan mendulang medali.

Hal tersebut disampaikan Kepala UPT SMPN 1 Siak Hulu, Kampar, Drs. Jasir, M. Pd, Selasa (19/11/2024). Untuk pengembangan Petanque di kalangan pelajar, sangat perlu dukungan berbagai pihak, khususnya yang utama adalah dukungan orang tua peserta didik.

"Sebagai olahraga baru yang belum dikenal luas, petanque kurang menarik untuk diminati. Awalnya memang sulit meyakinkan anak atau orang tua, terlebih lagi anak latihan di ruang terbuka yang berpanas-panas," ujar Jasir.

Baca Juga:

Namun begitu, sebagai olahraga baru, Jasir melihat cabor petanque yang belum banyak kompetitor ini sebagai cabor yang berpotensi dan punya peluang besar untuk menunjukkan prestasi.

UPT SMPN 1 Siak Hulu, sebagai pionir yang juga leader cabor petanque di Kampar, 2023 lalu telah menggelar kejuaraan tingkat regional. UPT SMPN 1 Siak Hulu juga telah dua kali melaksanakan kejuaraan petanque OSIS Cup Cabor Petanque Antar Pelajar.

Baca Juga:

Dalam kejuaraan itu, anak-anak UPT SMPN 1 Siak Hulu menunjukkan prestasi bagus. Terlebih lagi pengembangan pwtanque berada di lingkungan sekolah, kata Jasir tentunya menjadi peluang tersendiri bagi siswa-siswi UPT SMPN 1 Siak Hulu untuk berprestasi.

"Di sisi lain, pengembangan cabor ini sangat perlu dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha dan khususnya lagi orang tua siswa. Karena untuk mengembangkan potensi anak di cabor ini butuh waktu panjang, sehingga harus benar-benar serius," papar Jasir didampingi pelatih dan pembina petanque UPT SMPN 1 Siak Hulu, Jumadi.

Selain itu, masalah finansial dalam pengembangan petanqie juga tak bisa diabaikan. Anak yang telah berlatih tentunya mesti mengikuti pertandingan atau kejuaraan hingga ke luar daerah yang membutuhkan biaya yang cukup lumayan. Mulai dari transportasi hingga akomodasi.

Sementara dari pihak sekolah sendiri tak bisa berbuat banyak dari dana BOS, karena ada juknis yang harus dipatuhi untuk itu. Diakui memang ada dukungan dari dunia usaha, namun itu sebut Jasir sangat terbatas.

Pihak sekolah sebenarnya sangat berharap kepada Federasi OlahragaPetanque Indonesia (Fopi) Kabupaten Kampar untuk membuat semacam kompetisi bagi anak yang sudah mengikuti latihan. Alasannya, anak perlu menguji kemampuan dengan bertanding.

Di kesempatan yang sama, Jumadi, pelatih dan pembina petanque UPT SMPN 1 Siak Hulu menambahkan, ada sebanyak 15 nomor cabor petanque yang dipertandingkan. Terlebih lagi satu anak bisa main di 5 nomor. Sehingga kesempatan untuk berprestasi lebih besar.

Olahraga petanque juga tidak mengenal batasan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Olahraga yang sudah dipertandingkan di Asean Games ini mengutamakan konsentrasi dan akurasi.

UPT SMPN 1 Siak Hulu pertama kali memulai cabor petanque pada 2021 lalu. Saat itu sekolah ini menjadi sekolah pertama mengembangkan petanque di Kampar.

Jumadi yang juga guru olahraga ini menyampaikan, ada sekitar 23 siswa atlet petanque di sekolahnya. Mereka ini seluruhnya sudah digembleng dan siap untuk bertanding. Mereka juga sudah meraih prestasi di nomor cabor petanquenya masing-masing.

Pihaknya saat ini tengah melakukan persiapan untuk kejuaraan regional sempena HUT FOPI Riau pada Sesember mendatang. Kejuaraan ini akan diikuti beberapa daerah, termasuk dari luar sunatera seperti Jogja, Jakarta dan lainnya.

Ke depan juga Alada tiga agenda yang akan dilaksanakan sekolah. Pada februari dan agustus 2025 mendatang akan digelar mini kompetisi. Selanjutnya 11 November lanjut dengan kejuaraan petanque OSIS Cup Cabor Petanque Antar Pelajar tahun 2025.

Jumadi juga tak membantah jika kendala yang dihadapi dalam pengembangan petanque di sekolahnya tak jauh dari sarana dan prasarana yang sesuai standar.

Dia juga tak menampik perlunya dukungan kuat dari orang tua siswa. Jika hanya pihaknha saja yang membina atlet tanpa dukungan orang tua, hasilnya tentu tidak optimal. Pihak sekolah pastinya sudah memberikan pembinaan yang terbaik.

Jumadi yang juga pelatih petanque Kampar ini menambahkan, Kabupaten Kampar secara umum memiliki potensi yang sangat bagus. Saat ini Kampar masuk tiga besar cabor petanque terbaik di Riau di atas Bengkalis dan Kuansing.

Petanque Kampar juga selalu langganan medali di berbagai kejuaraan tingkatNasional.(Andi)

Editor
: Andi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jumlah Lulusan SMP/MTs di Riau 103 Ribu, Daya Tampung SMA/SMK 122 Ribu
Pacu Prestasi, UPT SMP Negeri 4 Siak Hulu Kembali Bertabur Medali
UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Sabet Juara III Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Kampar
International Science Innovation and Impromptu Speech Competition 2026 Sukses Digelar, Beri Kesan Terbaik untuk Delegasi Malaysia dan Thailand
UPT SMP Negeri 4 Siak Hulu Siap Laksanakan Ujian Sumatif Akhir, Raih Hasil Terbaik
UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Gala dinner bersama Delegasi Malaysia dan Thailand
komentar
beritaTerbaru