Perkuat Kepemimpinan Perempuan, 30 Guru SMA-SMK di Yogyakarta Ikuti Pelatihan Kepemimpinan
Perkuat Kepemimpinan Perempuan, 30 Guru SMASMK di Yogyakarta Ikuti Pelatihan Kepemimpinan
Article
Hadir memberikan orasi ilmiah, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP, menyampaikan bahwa kelulusan merupakan momen yang membuat para wisudawan merasa seolah terlahir kembali.
"Kampus disebut almamater karena dasarnya seperti terlahir kembali," ujarnya.
Baca Juga:
Ia menekankan pentingnya menjaga nama baik dan martabat Universitas Paramadina dengan menjunjung tinggi integritas dan kejujuran. Menurut Muhadjir, alumni sejatinya menjadi "iklan hidup" yang mewakili reputasi institusi.
Muhadjir juga menegaskan bahwa untuk keluar dari jebakan middle income trap, bangsa Indonesia harus mengandalkan tiga aspek penting: logika, etika, dan estetika.
Baca Juga:
"Membangun manusia sebagai sumber bangsa harus menggunakan ketiga hal ini secara bersamaan karena sesuatu yang indah belum tentu baik, dan yang baik belum tentu benar dan juga indah," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus tidak hanya benar secara fakta, tetapi juga baik secara etis dan indah secara estetika.
Sementara itu menurut Rektor Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D, melalui wisuda ini, Universitas Paramadina kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan berkualitas yang siap memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina, Dr. Fatchiah E. Kertamuda, M.Sc. melaporkan data wisudawan tahun ini. Ia menyampaikan bahwa dari total 391 wisudawan, 243 berasal dari program sarjana dan 148 dari program magister.
Prestasi akademik mereka sangat membanggakan, dengan 84 lulusan meraih predikat cumlaude (IPK 3,50-3,75 untuk sarjana dan 3,76-3,85 untuk magister), 51 lulusan meraih magna cumlaude (IPK 3,76-3,99), serta dua mahasiswa yang memperoleh predikat summa cumlaude dengan IPK sempurna 4,00.
Fatchiah menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci pemutusan lingkaran kemiskinan di Indonesia. Ia menyatakan bahwa bantuan sosial tidak cukup tanpa akses pendidikan yang memadai.
"Jika diberikan akses dan dorongan kepada mereka, maka mungkin ada mutiara-mutiara yang dapat memutuskan rantai kemiskinan itu," katanya.(RIEF)
Perkuat Kepemimpinan Perempuan, 30 Guru SMASMK di Yogyakarta Ikuti Pelatihan Kepemimpinan
Article
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab dan Karang Taruna Desa Senama Nenek Siap Sukseskan Perayaan HUT ke81
Pendidikan
Polsek Kandis Lakukan Pengecekan Rutin Tanaman Jagung untuk Ketahanan Pangan
Lingkungan
Polisi Tangkap Bos Kayu Asal Pekanbaru, Sita Dua Truk Bermuatan 12 Kubik Ilog
Hukrim
Bicara di Forum IMTGT, Kapolda Riau Kerusakan Lingkungan pada Akhirnya Menjadi Ancaman Keamanan
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Ajang pertemuan internasional Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMTGT) Green Cities Mayor Council
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru menjaring seorang warga
Pemerintahan
Menaker Pemerintah Perkuat Pasar Kerja agar Kompetensi Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Riau meminta Kementerian Hukum (Kemenkum) mengkaji ulang implement
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Satu tahun setelah dilaporkannya dugaan tindak pidana lingkungan hidup kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang
Hukrim