Jumat, 05 Juni 2026 WIB

SMAN 1 Pangkalan Kerinci Sosialisasi Jadi Sekolah Model

Harijal - Minggu, 18 September 2016 22:37 WIB
SMAN 1 Pangkalan Kerinci Sosialisasi Jadi Sekolah Model
zul/rec

PELALAWAN, riaueditor.com - SMAN 1 Pangkalankerinci menggelar sosialisasi sekolah rujukan pada empat sekolah yang berada di bawah binaan SMAN 1 Pangkalankerinci‎ pasca ditunjuk menjadi sekolah rujukan atau sekolah model oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat,

Diantara perwakilan empat sekolah yang menjadi binaan yakni SMA Taruna Andalan, SMAN 2 Pangkalankerinci, SMAN Binsus Bernas dan SMA Mutiara. Kegiatan sosialisasi Berlangsung di ruang multimedia SMAN 1 Pangkalankerinci Jumat (16/9/2016) kemarin.

Hadir pada kesempatan tersebut selain kepala sekolah atau perwakilan dari empat sekolah, Kadisdik Pelalawan Drs H Syafruddin MM, tokoh masyarakat, para siswa serta orangtua wali murid.

Baca Juga:

Dalam presentasinya, Kepsek SMAN 1 Pangkalan Kerinci Hj Nuraida menjelaskan bahwa sekolah rujukan atau sekolah model adalah sekolah yang pendidikannya telah melebihi dari delapan (8) standar nasional. Diantaranya standar kelulusan, standar isi, standar keuangan, standar proses, standar
sarana dan prasarana, standar tenaga pendidik, standar pendidik dan kependidikan dan standar pembiayaan.

"Sekarang persoalannya, Disdik Pelalawan mampu tidak memenuhi standar tersebut terutama sarana dan prasarana," katanya.

Baca Juga:

Apalagi, sambungnya, pihaknya yang ditunjuk menjadi sekolah rujukan atau model membawahi empat sekolah binaan yang akan dikembangkan menjadi sekolah rujukan. Secara otomatis sebagai sekolah rujukan maka SMAN 1 harus terlebih dahulu memenuhi kriteria di atas.

"Ini memang program pusat, dimana di Riau ada enam kabupaten dan enam sekolah yang terpilih menjadi sekolah model. Untuk Kabupaten Pelalawan, sekolah kita yang terpilih," katanya.

Terkait hal ini, Kadisdik Pelalawan Drs Syafruddin yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas penunjukan SMAN 1 Pangkalan Kerinci menjadi sekolah rujukan atau sekolah model. Namun menurutnya untuk masalah pemenuhan sarana dan prasarana, maka pihaknya menginginkan agar sekolah pro aktif dalam mencari dana ke pusat.

"Kita tahu kalau untuk sarana dan prasarana, jelas tak mungkin menggunakan APBD kita. Karena APBD hanya cukup untuk kesejahteraan guru saja, karena itu saya sarankan agar soal sarana dan prasarana para kepsek bisa pro aktif mencari dana ke pusat, dengan mengajukan proposal," tukasya. (zul)

SHARE:
beritaTerkait
Dukung Swasembada Pangan, Personil KSKP Polres Inhil Beri Penyuluhan ke Peternak
Sepakat! Kecamatan Pulau Burung Tuntaskan Tapal Batas Desa, Jadi Percontohan di Inhil
Wako Agung Nugroho Launching Logo HUT Pekanbaru Ke-242, Ini Maknanya
Terbitkan SP3 Dugaan Pemerasan dan Penggelapan, Kapolri hingga Jajaran Polda Lampung Dipraperadilankan di PN Jaksel
Jeritan Transmigran Air Balui, Menuntut Keadilan di Tengah Sengkarut Agraria
Pelaku Teror Pocong di Kulim Diamankan Polisi Tak Benar, Ternyata ODGJ
komentar
beritaTerbaru