Sabtu, 29 Agustus 2026 WIB

Plt Bupati Makamkan Jenazah Corona karena Tetangga Tak Mau Antar

Harijal - Kamis, 26 Maret 2020 16:25 WIB
Plt Bupati Makamkan Jenazah Corona karena Tetangga Tak Mau Antar
shutterstock.com
Ilustrasi

SURABAYA - Pelaksana tugas Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin mengatakan ikut menguburkan jenazah pasien positif virus Corona di Makam Umum Praloyo, Kamis subuh, 26 Maret 2020. Sebab, tak ada tetangga pasien, termasuk penggali kubur, yang  bersedia memakamkan jenazah lelaki warga Kecamatan Sedati itu karena takut tertular.

Dari video yang beredar, Nur Ahmad dan lima orang mengenakan alat pelindung diri (APD) rapat berwarna serba putih, terlihat mengambil peti dari ambulan dan memasukkannya ke liang lahat. Lokasi pemakaman terlihat sunyi, yang ada hanya mereka berlima diterangi lampu. “Pemakaman baru selesai sekitar pukul 03.30, padahal korban meninggal sejak pukul 19.00,” kata Nur Ahmad melalui pesan teks, Kamis, 26 Maret 2020.

Nur Ahmad menuturkan, semula pasien itu meninggal dunia di sebuah rumah sakit swasta di kawasan Waru, Sidoarjo pada Rabu malam, 25 Maret 2020. Ia adalah pasien positif corona pertama di Sidoarjo yang meninggal. Sesuai prosedur, sebelum empat jam, jenazah harus dikeluarkan dari rumah sakit.

Baca Juga:

(tempo.co)

Baca Juga:
SHARE:
beritaTerkait
Dinkes Bersama KONI Pekanbaru dan PMI Riau Bagikan 2000 Masker ke Pengguna Jalan
Peduli Stunting, Kwarcab Pramuka Pekanbaru Salurkan Bantuan di Senapelan
Karhutla di Tembilahan Menjalar Mendekati Pemukiman Warga
Menhut Soroti Penegakan Hukum Kasus Karhutla di Riau, Jikalahari: Belum Ada Korporasi Tersangka
Menhut Tinjau Pemadaman Karhutla Kerumutan
Ganggu Pembangunan Drainase, Pedagang di Jalan Teratai Diultimatum untuk Pindah
komentar
beritaTerbaru