Minggu, 30 Agustus 2026 WIB

Larangan Sholat Jumat Dilanggar, Imam Ditangkap dan Jamaah Dikejar Sampai Atap

Harijal - Senin, 30 Maret 2020 21:06 WIB
Larangan Sholat Jumat Dilanggar, Imam Ditangkap dan Jamaah Dikejar Sampai Atap
Foto: ist

SHOLAT Jumat yang diwajibkan bagi kaum muslim kini seakan menjadi sebuah bentuk `kesalahan` di tengah pandemi virus Corona. Di sejumlah negara, larangan melaksanakan sholat Jumat berlaku sangat tegas.

Seperti yang dilakukan oleh aparat kepolisian di kota Narayanpet, Telangana, India pada Jumat (26/3/2020) lalu. Sejumlah petugas berjaga-jaga di sejumlah masjid agar sholat Jumat tidak terlaksana. Namun, larangan ini dilanggar oleh sejumlah orang.

Dari sebuah video yang beredar viral, nampak imam sholat dan sejumlah orang dikejar petugas. Sebagian dari mereka melompat ke atap masjid menuju atap bangunan sekitarnya. Tidak jelas terlihat apakah petugas berhasil menangkap jamaah sholat Jumat tersebut.

Baca Juga:

Pimpinan partai Islam di Telangana, Majlis Bachao Tahreeq (MBT) Amjadullah mengomentari kegaduhan tentang larangan sholat Jumat yang diterapkan pemerintah India karena ketidaksamaan visi serta kebijakan dengan tokoh masyarakat yang diterapkan terhadap kondisi darutat virus Corona.

Kerancuan anjuran pemerintah terjadi setelah Badan Wakaf Telangana menjelaskan kepada masyarakat bahwa sholat Jumat tetap bisa dilaksanakan dengan jumlah jamaah minimal lima orang saja. Akibatnya, masyarakat Telangana pun ada yang patuh anjuran pemerintah dan ada yang menuruti anjuran ulama.

Baca Juga:

Peristiwa hampir serupa terjadi di negara bagian Kaduna, Nigeria. Di tengah larangan resmi pemerintah untuk mengganti sholat Jumat dengan sholat Dhuhur di rumah, ternyata masih ada takmir masjid yang tidak mematuhi. Walhasil, tiga imam masjid di Kaduna Utara digelandang petugas kepolisian.

Komisioner Urusan Keamanan Dalam Negeri Kaduna, Samuel Aruwan menerangkan bahwa pengamanan terhadap pimpinan masjid tadi berjalan secara kooperatif. Mereka bernama Malam Aminu Umar Usman, Malam Umar Shange, dan Unguwan Kanawa.

Pemerintah kemudian memberi sosialisasi secara khusus kepada para pimpinan umat ini bahwa masyarakat sementara harus dibatasi kegiatannya untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Seharusnya mereka menyadari bahwa ketidaknyamanan akibat kebijakan pelarangan ini (sholat Jumat) terkait keamanan bersama supaya mereka tak menyesal jika virus Corona merenggut nyawa dan membuat penderitaan lebih besar lagi bagi masyarakat," jelas Aruwan.

(okezone.com)

SHARE:
beritaTerkait
Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes
Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap
Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare
komentar
beritaTerbaru