Sabtu, 29 Agustus 2026 WIB

Dibohongi Pasien Covid-19, 53 Tenaga Kesehatan di RSUP dr Sardjito Diisolasi

Harijal - Kamis, 30 April 2020 15:11 WIB
Dibohongi Pasien Covid-19, 53 Tenaga Kesehatan di RSUP dr Sardjito Diisolasi
ilustrasi

SLEMAN - 53 tenaga kesehatan RSUP dr Sardjito, Sleman harus melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 yakni melakukan tes swab atau usap tenggorok dan mengisolasi diri setelah menangani pasien yang tidak jujur. Pihak rumah sakit pun saat ini menyebut hasil tes untuk memastikan status para tenaga kesehatan.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan membenarkan adanya swab untuk 53 tenaga kesehatannya. Mereka terdiri dari dokter, perawat hingga karyawan administratif dan umum yang berada di alur pelayanan pasien.

“Sampai saat ini kami masih lembur, untuk melakukan analisis pada hasil swab para tenaga kesehatan kami. Nanti kami akan sampaikan ketika seluruh hasil sudah keluar,” ujar Banu ketika dihubungi KRjogja.com, Kamis (30/4/2020) pagi.

Baca Juga:

Diketahui sebelumnya, ada seorang pasien yang memeriksakan diri ke RSUP Dr Sardjito karena penyakit kanker yang dialami. Namun, pasien tersebut tak menceritakan bawasanya suaminya merupakan pasien dengan riwayat positif Covid-19 sehingga ia seharusnya mengikuti protokol kesehatan penanganan.

Pasien perempuan tersebut positif tertular Covid-19 dan sudah terkonfirmasi. Alhasil seluruh tenaga kesehatan yang berkontak dengan pasien diharuskan menjalani isolasi dan pemeriksaan usap tenggorok. 

Baca Juga:


(okezone.com)

SHARE:
beritaTerkait
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare
Dinkes Bersama KONI Pekanbaru dan PMI Riau Bagikan 2000 Masker ke Pengguna Jalan
Peduli Stunting, Kwarcab Pramuka Pekanbaru Salurkan Bantuan di Senapelan
Karhutla di Tembilahan Menjalar Mendekati Pemukiman Warga
Menhut Soroti Penegakan Hukum Kasus Karhutla di Riau, Jikalahari: Belum Ada Korporasi Tersangka
komentar
beritaTerbaru