Sabtu, 29 Agustus 2026 WIB

Salah Diagnosis, Wanita Inggris Bolak-balik ke Toilet 53 Kali

Harijal - Senin, 11 Mei 2020 04:46 WIB
Salah Diagnosis, Wanita Inggris Bolak-balik ke Toilet 53 Kali
(Istockphoto/spukkato)
Ilustrasi radang usus.

JAKARTA - Trudi Stonard (37), warga West Midlands, Inggris, beruntung bisa selamat dan tetap hidup setelah salah diagnosa penyakit yang membuatnya bolak-balik ke toilet 53 kali dalam sehari.

Mulanya, Stonard mengalami sakit perut yang parah bak terbakar pada Desember 2014. Saking parahnya, menyantap keripik saja bisa membuatnya kesakitan.

Dikutip dari Mirror, dokter sempat mendiagnosis penyakitnya sebagai sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS). Namun, ibu dua anak ini takut kalau penyakitnya jauh lebih serius setelah dia mengalami perdarahan setelah makan satu gigit ayam cepat saji.

Baca Juga:

"Bahkan saya pernah ke toilet sampai 53 kali sehari," aku dia.

Hal ini membuat berat badannya turun drastis, dari sebelumnya 61,23 Kg menjadi 35,8 Kg. Putranya, Leonard, yang sekarang berusia 7 tahun, bahkan menolak untuk mendekatinya karena Stonard "tak bisa dikenali".

Baca Juga:

"Berat badan saya turun terus menerus," katanya. "Yang paling menyedihkan adalah ketika anak laki-laki saya tak mau mendekati saya dan bilang kalau saya bukan ibunya. Itu menyedihkan," imbuh dia.

Dokter kemudian berusaha untuk mengambil sampel darinya. Namun, tempat tidurnya sudah dipenuhi tumpahan darah.

"Saya merasa sangat buruk dan nyaris tak bisa bangun dari tempat tidur," ungkapnya.

Dua minggu kemudian, dia melakukan pemeriksaan kembali termasuk colposcopy. Stonard pun didiagnosa dengan ulcerative colitis atau peradangan pada usus besar.

Ia kemudian memutuskan untuk menjalani operasi untuk mengangkat bagian ususnya dan menggantinya dengan tas stoma di Rumah Sakit New Cross, Wolverhampton, pada Februari 2015. Operasi untuk mengeluarkan isi perutnya itu berlangsung selama enam jam.

Hanya dalam 10 pekan, kondisinya membaik dari terancam jiwanya menjadi "on fire".

Mengutip Metro, ia dinyatakan hamil tiga bulan setelah operasi itu. Padahal, dokter sebelumnya menyatakan akan sulit hamil akibat kondisinya itu.


(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare
Dinkes Bersama KONI Pekanbaru dan PMI Riau Bagikan 2000 Masker ke Pengguna Jalan
Peduli Stunting, Kwarcab Pramuka Pekanbaru Salurkan Bantuan di Senapelan
Karhutla di Tembilahan Menjalar Mendekati Pemukiman Warga
Menhut Soroti Penegakan Hukum Kasus Karhutla di Riau, Jikalahari: Belum Ada Korporasi Tersangka
komentar
beritaTerbaru