Minggu, 03 Mei 2026 WIB

Hakim Wafat dan Satu PNS Positif Corona, PN Surabaya Ditutup

Harijal - Minggu, 14 Juni 2020 22:56 WIB
Hakim Wafat dan Satu PNS Positif Corona, PN Surabaya Ditutup
(CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)
Salah satu suasana persidangan kala digelar di PN Surabaya.

SURABAYA - Pengadilan Negara (PN) Surabaya bakal tutup sementara selama dua pekan setelah ada seorang hakim dan seorang juru sita wafat mendadak.

Selain itu juga lantaran terkonfirmasinya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

Penutupan PN Surabaya sendiri bakal berlangsung mulai Senin 15 Juni hingga 26 Juni 2020. Juru bicara PN Surabaya Martin Ginting mengatakan kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Ketua PN Surabaya.

Baca Juga:

"Kebijakan ini diambil untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 yang sudah masuk ke kalangan ASN di PN Surabaya. Selain dinyatakan satu ASN positif Covid-19, beberapa hari lalu juga ada seorang hakim dan juru sita meninggal dunia secara mendadak," ujar Ginting, Minggu (14/6).

Namun, kata Ginting, nantinya PN Surabaya bakal menggelar beberapa sidang pidana yang jadwalnya sudah tidak bisa diundur lagi. Alasannya karena masa penahanan para terdakwa yang hampir habis dan tidak bisa diperpanjang lagi.

Baca Juga:

Ginting memastikan sidang-sidang itu nantinya akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pengadilan akan ditutup buat pengunjung, bahkan jurnalis yang melakukan peliputan pun akan dibatasi. 

"Kita terpaksa tetap gelar sidang tersebut dengan protokoler dan aturan yang ketat. Tidak ada pengunjung yang boleh masuk area pengadilan dan peliputan jurnalistik juga kita batasi untuk beberapa wartawan saja," ujarnya.

Terkait pelayanan, PN tetap membukanya meski secara terbatas. Misalnya pendaftaran perkara perdata bisa dilakukan secara online (e-court), Ginting memastikan sistem tersebut tetap berjalan dan bisa dimanfaatkan. 

Lebih lanjut, Ginting juga meminta agar Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jatim agar proaktif melakukan deteksi dini pencegahan Covid-19, di kalangan para ASN yang sehari harinya melayani masyarakat , dengan cara menggelar tes massal.

Untuk diketahui seorang hakim di PN Surabaya yakni EAS meninggal mendadak. Ia wafat usai sempat mengalami gagal nafas dan kejang, pada Jumat (12/6). Namun belum diketahui apa penyebab pasti meninggalnya EAS. 

Sehari sebelumnya, PN Surabaya juga berduka atas kematian seorang juru sita berinisial S. Penyebab kematian S juga belum diketahui secara pasti. 

(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru