Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
PEKANBARU - Seekor Harimau Sumatera memangsa dua anak sapi milik warga Desa Kota Garo, Kabupaten Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau. Namun, hewan karnivora itu belum sempat menikmati buruannya yang tergeletak tak jauh dari kandang yang berada di kebun sawit milik warga di desa itu.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah mengirim tim untuk mengecek kebenaran kabar yang dilaporkan warga.
"Kita lakukan pengecekan lapangan bersama perangkat desa Kota Garo, Babinsa dan masyarakat setempat," ujar Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Selasa (16/6).
Baca Juga:
Suharyono menyebutkan, dari hasil pengecekan di lapangan, ternyata benar ada ditemukan dua anak sapi yang telah mati dengan lubang bekas gigitan dan cakaran hewan buas yang dilindungi itu.
"Dua anak sapi itu mati di tengah kebun sawit milik warga yang cukup terawat. Artinya bersih dari semak belukar. Namun memang tidak dimasukkan dalam kandang dan hanya diikat di pohon sawit saja," jelasnya.
Baca Juga:
Tak hanya itu, petugas juga menemukan jejak harimau yang mulai pudar akibat hujan. Jejaknya berukuran 14x13 cm. Bahkan, jejaknya masih basah dan tak jauh dari lokasi matinya dua anak sapi itu.
"Memang saat tim ke lokasi, jejaknya sudah mulai hilang akibat diguyur hujan, tapi masih terlihat," ucapnya.
Meski begitu, untuk memastikan kebenaran harimau masuk di wilayah pemukiman warga, petugas memasang kamera penjebak di sekitar lokasi kejadian. Petugas juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam beraktivitas dan tidak melakukan perburuan serta pemasangan jerat terhadap Harimau Sumatera.
"Lembaran poster juga kita berikan kepada masyarakat agar masyarakat lebih paham akan aktifitas Harimau Sumatera dan cara menghadapi konflik dengan satwa tersebut. Kita berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan baik, tidak bertindak anarkis dan tidak percaya kabar bohong (hoax). Jika mendapat informasi baru dan benar, agar segera menghubungi Call Center Balai Besar KSDA Riau di nomor 081374742981," jelasnya.
Petugas juga meminta warga untuk memasukkan ternak ke kandang jika malam, agar tidak memancing naluri berburu dari Harimau Sumatera maupun satwa liar lainnya.
Sementara itu, Kepala desa Kota Garo, Hj Ilyas Sayang menjelaskan, memang harimau sumatera sejak dulu sudah biasa hidup berdampingan denganĀ masyarakat melayu Kota Garo.
"Tidak perlu takut terhadap harimau. Bila ada sesuatu terjadi di kampung kita akibat kedatangan atau serangan harimau, berarti itu mengingatkan kita agar tidak takabur," katanya. (mcr)
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemerintahan
Aksi Hardiknas Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Peristiwa
kabarmelayu.comJAKARTA Indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di Asia Tenggara, bahkan sampai diminta negara tetangga untuk membantu m
Article
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comINHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini S.Sos, M.Si menghadiri Rapat Paripurna Ke 7 DPRD Kab. Inhil Masa Persidan
Pemerintahan
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen