Minggu, 03 Mei 2026 WIB

Peneliti Temukan Kasus Bayi dalam Kandungan Terinfeksi Corona

Harijal - Kamis, 16 Juli 2020 14:39 WIB
Peneliti Temukan Kasus Bayi dalam Kandungan Terinfeksi Corona
(Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Ilustrasi: Peneliti dan dokter di Prancis menemukan kasus pertama yang meyakinkan mereka bahwa terjadi penularan dari ibu yang terinfeksi Covid-19 ke bayi dalam kandungan.

JAKARTA - Seorang perempuan hamil yang terinfeksi virus corona (Covid-19) selama trimester terakhir menularkan virus ke anaknya. Menurut dokter dan peneliti di Prancis, bayi dalam kandungan itu terinfeksi corona melalui plasenta sang ibu.

Studi yang diterbitkan Nature Communications menemukan infeksi corona terhadap bayi dalam kandungan mengarah ke komplikasi neurologis setelah lahir.

Dokter Daniele De Luca yang memimpin tim peneliti sekaligus kepala divisi pediatri dan perawatan kritis di Paris-Saclay University Hospital menerangkan bayi yang lahir di salah satu rumah sakit di Paris pada Maret itu memperlihatkan gejala peradangan otak. Kendati bayi yang sekarang berusia sekitar tiga bulan ini dinyatakan telah berangsur pulih tanpa perawatan.

Baca Juga:

"Sangat membaik, hampir secara klinis normal. Sementara sang ibu yang membutuhkan oksigen selama persalinan kini juga sehat," kata dokter De Luca dikutip dari New York Times.

Ia pun menduga virus corona ditularkan melalui plasenta ibu yang berusia 23 tahun tersebut.

Baca Juga:

Dalam kasus ini, tim peneliti menguji plasenta, cairan ketuban, darah tali pusat, serta darah ibu dan bayi. Hasilnya menunjukkan bahwa virus mencapai plasenta dan bereplikasi.

"Kemudian dapat ditularkan ke janin yang bisa terinfeksi dan memiliki gejala yang mirip dengan pasien Covid-19 dewasa," kata Luca merujuk pada penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Communication.

Sementara Direktur Eksekutif Magee-Womens Research Institute di University of Pittsburgh, Yoel Sadovsky sebagai peneliti yang tak terlibat dalam studi mengatakan klaim tranmisi melalui plasenta itu cukup meyakinkan. Kata dia, tingginya konsentrasi virus yang ditemukan di plasenta dan meningkatkan level virus pada bayi--dengan bukti peradangan plasenta--konsisten dan sejalan dengan infeksi SARS-CoV-2.

Tapi Sadovsky mengingatkan, penting untuk dicatat bahwa kemungkinan penularan virus corona dalam kandungan tampaknya jarang terjadi.

"Kami mencoba memahami hal yang sebaliknya, apa hal pokok yang harus dilakukan untuk melindungi janin dan plasenta?" kata dia lagi.

Sejak awal kasus pandemi sudah ditemukan kasus kelahiran bayi yang terinfeksi virus corona. Namun saat itu para ahli belum memiliki cukup bukti sehingga mengesampingkan kemungkinan bahwa bayi terinfeksi dari ibu.

Sebuah kasus di Texas yang baru-baru ini juga dipublikasikan, mengenai bayi baru lahir yang positif Covid-19 dan menunjukkan gejala pernapasan ringan menambah bukti bahwa ada potensi penularan virus selama kehamilan.

Penelitian lain yang diterbitkan pada jurnal eLife--sebuah publikasi jurnal online--menemukan bahwa sel-sel dalam plasenta memiliki banyak protein reseptor yang memungkinkan virus untuk menyebar. Penelitian yang dipimpin dokter Robert Romero yang merupakan kepala cabang penelitian perinatologi di Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child and Human Development mendapati bukti bahwa sel kunci dilapisi reseptor dan enzim yang memungkinkan virus corona masuk ke sel lantas bereplikasi.

(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru