Minggu, 03 Mei 2026 WIB

Update 17 Juli: Tembus 83.130, Corona RI Nyaris Samai China

Harijal - Jumat, 17 Juli 2020 15:57 WIB
Update 17 Juli: Tembus 83.130, Corona RI Nyaris Samai China
(Dok: BNPB)
Foto: Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah Covid-19.

JAKATA - Pemerintah Indonesia mengumumkan hingga Kamis (16/7/2020) pukul 12.00 WIB total konfirmasi positif virus corona (Covid-19) menembus 83.130 pasien. Jumlah ini bertambah 1.462 orang dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

Jumlah tersebut semakin mendekati jumlah kasus corona di China yang mencapai 83.622 orang berdasarkan data Worldometer. China merupakan episentrum pertama Covid-19 di dunia.

Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, menjabarkan sebanyak 1.489 orang sembuh pada hari ini sehingga total 41.834 orang. Adapun kasus kematian bertambah 84 orang, sehingga total menjadi 3.957 orang.

Baca Juga:

"Sebanyak 464 kabupaten/kota di 34 provinsi terpapar Covid-19," ujarnya melalui siaran langsung, Kamis (16/7/2020). Sementara itu, total suspect Covid-19 di Indonesia pada hari ini mencapai 44.493 orang.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo dengan tegas mengatakan bahwa COVID-19 bukan sebuah rekayasa atau konspirasi yang dibuat oleh pihak-pihak tertentu. Hal itu disampaikan Doni ketika memberi arahan dalam Rapat Koordinasi bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Kamis (16/7).

Baca Juga:

"COVID-19 bukan rekayasa, COVID-19 bukan konspirasi. COVID-19 menjadi mesin pembunuh, ibaratnya COVID-19 ini adalah malaikat pencabut nyawa," tegas Doni.

Doni perlu menegaskan mengenai hal itu karena masih ada pihak-pihak yang menganggap COVID-19 ini rekayasa. Menurutnya, pemahaman itu tidak bisa dibiarkan. Menurut data global, setengah juta jiwa telah menjadi korban.

Di sisi lain, pemahaman masyarakat yang masih menganggap COVID-19 merupakan konspirasi juga dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan publik kepada upaya yang dilakukan oleh pemerintah. Sehingga tingkat kepedulian dan kedisiplinan masyarakat menurun dan dapat menjadi ancaman peningkatan angka kasus.

Oleh sebab itu, Doni mengimbau agar seluruh komponen pemangku kebijakan di daerah, khususnya wilayah Provinsi Jawa Timur dapat memberikan narasi yang benar dan utuh kepada masyarakat tentang COVID-19.

"Kita harus memberikan narasi yang utuh tentang COVID-19," jelas Doni.

(CNBCIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru